Sunday, 29 December 2013

Investasi obligasi

Pengertian obligasi adalah sering dikenal dengan suatu lembaga yang menerbitkan surat berharga berupa sertifikat atau berupa surat hutang dengan Nilai nominal yang telah ditentukan waktu jatuh temponya, surat hutang yang diterbitkan ini berupa surat hutang yang memiliki jangka waktu yang panjang. Lembaga yang menerbitkan obligasi tersebut dikatakan sebagai pihak yang berhutang uang kepada penanam saham / modal / pembeli obligasi / yang menginvestasikan / meminjamkan uang itu sendiri kepada pihak perusahaan penerbit Obligasi tersebut. Hal ini juga sama dengan Efek ( Suatu surat berharga berupa surat komersial, surat pengakuan hutang, Obligasi ). Pengerian obligasi lebih lanjut adalah jika anda pernah melakukan investasi berupa deposito kepada sebuah Bank, Obligasi hampir sama dengan deposito  tersebut. Setiap pembelian / transaksi Obligasi, investor mendapatkan kupon atau bunga yang ditetapkan dan berkala sampai waktu jatuh tempo yang biasanya ditentukan adalah dalam jangka waktu Satu tahun. Beberapa arti yang lain adalah investasi dengan surat hutang yang dapat dipindahtangankan serta dengan jangka waktu sedang dan jangka waktu yang panjang. Dalam investasi surat hutang tersebut memiliki perjanjian berupa pembayaran imbalan / bunga serta melunasi pokok – pokok hutang dengan periode waktu yang telah ditentukan, pembayaran imbalan bunga tersebut dilakukan oleh pihak penerbit obligasi kepada pembeli obligasi.
Setelah mengetahui beberapa pengertian obligasi tersebut, maka tidak ada salahnya jika anda menginfestasikan saham anda kedalam sebuah Obligasi yang memang memiliki resiko yang kecil / aman, investasinya pun berupa investasi dengan waktu jangka panjang. Selain itu, Anda juga dapat melihatnya dari beberapa penjelasan tentang Obligasi itu sendiri, Bahwa harga Obligasi selalu mengikuti perkembangan setiap arus tingkat Bunga. Serta Pada setiap periode yang telah ditentukan, Obligasi mempunyai pembayaran keuntungan yang tetap.
Mengetahui berbagai macam pengertian obligasi, maka haruslah mengetahui juga bahwa Obligasi itu pun memiliki tingkat nilai yang diberikan oleh suatu perusahaan khusus yang menilai obligasi secara teliti. Seperti hal nya pada nilai Mata kuliah seorang mahasiswa, Nilai obligasi juga memiliki tingkatan nilai dari A sampai dengan D. Tentu saja nilai tertinggi dari nilai obligasi adalah Nilai A, berupa AAA. Nilai Obligasi tertinggi dengan nilai AAA tersebut dapat dipercaya bahwa perusahaan penjual obligasi tersebut dapat membayar Obligasi beserta Bunga yang telah ditentukan di awal.
Berbagacontoh obligasi tersebut, yaitu antara lain adalah Obligasi Pemerintah merupakan Obligasi yang dijamin oleh negara sehingga terjamin pula keamanannya. Pada Obligasi pemerintah ini juga memiliki beberapa jenis, yaitu SUN ( Surat hutang negara ), Obligasi Syariah, Obligasi Ritel Indonesia, dan Obligasi berupa Rekap. Obligasi pemerintah ini memiliki return yang lebih besar dari deposito biasa, yaitu mencapai 14 – 15 % per tahun nya. dan perusahaan. Yang kedua adalah pada Obligasi Perusahaan, yang tentu saja dikeluarkan oleh sebuah perusahaan.
Dengan melihat kedua contoh obligasi dari jenis Obligasi di atas, diketahui bahwa para penanam modal atau/ investor lebih menyukai obligasi yang memiliki resiko kecil yaitu dengan hitungan jangka waktu yang pendek. Masa jatuh tempo dari investasi obligasi tersebut berjangka 1 Tahun, 5 tahun, bahkan sampai 10 tahun. Selain hal yang tersebut di atas, berbagai contoh juga dapat diketahui dari adanya Hak penukaran, serta dapat diketahui dari Sistem pembayaran Bunga nya.contoh obligasi dalam hal Hak penukaran antara lain yaitu Emiten diberikan hak untuk membeli kembali Obligasi tentunya dengan harga tertentu dan dengan jangka waktu tertentu pula yang sesuai dengan jatah waktu Obligasi tersebut atau yang sering dikenal dengan Callable Bonds. Dalam hak penukaran yang selanjutnya adalah Pemegang Obligasi di berikan hak melakukan konversi Obligasi ke dalam beberapa jumlah saham yang dimiliki penerbit Obligasi tersebut. Dalam penawarannya memiliki beberapa Obligasi yang biasanya ditawarkan, yaitu antara lain Harga Obligasi yang lebih besar dari nominal yang ada atau yang sering dikenal dengan Obligasi Premi. Selain itu, dalam penawarannya juga ada Obligasi dengan harga yang sama dengan nominal nilai, atau yang sering dikenal dengan Par. Dalam penawarannya juga ada Obligasi harga yang justru lebih kecil dari pada Nominal, yang ketiga ini sering disebut dengan Obligasi Discount.
Setiap Obligasi tersebut tentunya memiliki pembayaran bunga yang telah ditentukan, dan pembayaran Bunga dari Obligasi itu sendiri memiliki beberapa macam, yaitu seperti hal nya Obligasi yang secara periodik dapat dicairkan yang sering disebut dengan Obligasi coupon Bonds. ada juga Obligasi Pembayaran Bunga yang tidak dilakukan secara periodik. Serta ada juga Obligasi yang sudah ditentukan tingkat kupon bunga nya.

No comments:

Post a Comment