Wednesday, 27 November 2013

Antisipasi Jika Dolar tembus 12000

Nilai tukar rupiah atas dollar AS diperkirakan bakal menembus Rp 12.000 jika beban utang Pemerintah RI atas luar negeri yang jatuh tempo ternyata mencapai 21 miliar dollar AS.
Kalau memang benar-benar utang luar negeri yang jatuh tempo 21 miliar dollar AS, dollar bisa Rp 12.000. Kemungkinan tersebut, bisa diantisipasi dengan dua langkah, yaitu :
1.  Pemerintah bisa melakukan renegosiasi utang, sebagaimana yang pernah dilakukan pada krisis 1998. Ini yang pernah kita lakukan waktu krisis tahun 1998 dulu.
2.  Pemerintah bisa mengeksekusi inisiatif Chiang Mai, yang dapat menambah cadangan devisa negara. Jadi, kita itu dapat komitmen dari China 15 miliar dollar AS, dari Korea Selatan 10 miliar dollar AS. Kalau itu bisa direalisasikan, cadangan devisa kita naik 25 miliar dollar AS, dari 97 miliar dollar AS.

Rupiah Melemah - IHSG Fluktuatif

Pergerakan indeks saham berada di zona hijau pada pra pembukaan perdagangan saham Kamis (28/11/2013). IHSG menguat 12,71 poin atau 0,30% ke level 4.264,20.
IHSG pun melanjutkan penguatan dengan naik 18,23 poin atau 0,49% ke level 4.269. Penguatan IHSG itu seiring ada 71 saham menguat dan 11 saham melemah. Sementara itu, 58 saham tidak bergerak. Indeks saham LQ45 naik 0,65% ke level 709,25.
Total frekuensi perdagangan saham sekitar 2.176 kali dengan volume perdagangan saham 70,03 juta saham. Nilai transaksi perdagangan saham Rp 86,26 miliar.
Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 49,2 miliar dan aksi jual sekitar Rp 36,7 miliar. Sementara itu, investor domestik membeli saham sekitar Rp 133,2 miliar dan aksi jual sekitar Rp 147 miliar.

IHSG akan lebih cenderung bergerak melemah seiring pasar lebih memfaktorkan depresiasi nilai tukar rupiah yang masih belum mereda. Support indeks saham berada di level 4.200.
Nilai tukar rupiah pagi ini kembali dibuka terdepresiasi ke level Rp 11.946 terhadap dolar Amerika Serikat. Angka itu mengikuti kurs NDF yang telah mencapai Rp 12.050 terhadap dolar Amerika Serikat pagi ini. Mayoritas bursa saham Asia dibuka menguat pagi ini seiring optimisme membaiknya perekonomian Amerika Serikat setelah rilis data ekonomi yang lebih baik dari harapan.

Monday, 25 November 2013

Rupiah Weakens again to Rp 11,770 / USD

Was closed in Rp11.510 per USD yesterday , this morning the rupiah against the U.S. dollar ( U.S. ) in the non - delivery forward trading back down . Rupiah was at Rp11.700 per USD.Melansir Bloomberg , on Tuesday ( 26/11/2013 ) , the rupiah to trade NDFs this morning fell 260 points, or 2.26 percent, to Rp11.770 per USD . While yahoofinance , is in the range of Euro notes Rp11.745 per USD.Minat buy the risky assets in the global market last unsuccessful early this morning shortly after S & P cut , along with euro per USD which fell 0.3 percent . Other major currencies also weakened against the U.S. dollar in line with the trend back strengthening Dollar Index . U.S. existing home sales posted growth worse than market expectations . Although sentiment improved so as to bring the exchange rate rupiah NDF rose yesterday , but Jisdor rate of Bank Indonesia ( BI ) continues to weaken brought up to around Rp11.722 per USD . The weakening stock indexes and Asian currencies against the U.S. dollar will likely trade coloring today. On Tuesday night will be announced U.S. home price data as well as the U.S. Consumer Confidence Index .

Rupiah Melemah lagi Ke Level Rp 11.770 / USD

Sempat ditutup di Rp11.510 per USD kemarin, pagi ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan non-delivery forward kembali melemah. Rupiah kembali berada di level Rp11.700 per USD.Melansir Bloomberg, Selasa (26/11/2013), Rupiah pada perdagangan NDF pagi ini melemah 260 poin atau 2,26 persen menjadi Rp11.770 per USD. Sementara Yahoofinance, mencatat Rupiah ada di kisaran Rp11.745 per USD.Minat beli terhadap aset-aset berisiko di pasar global tidak berhasil bertahan lama setelah dini hari tadi S&P terpangkas, bersamaan dengan euro per USD yang jatuh 0,3 persen. Mata uang utama lainnya juga melemah terhadap dolar AS seiring dengan kembalinya tren penguatan Dollar Index. Pertumbuhan penjualan rumah AS diumumkan lebih buruk dibandingkan harapan pasar. Walaupun sentimen membaik sehingga membawa kurs Rupiah NDF menguat kemarin, namun kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) terus dibawa melemah sampai ke kisaran Rp11.722 per USD. Pelemahan indeks saham dan mata uang Asia terhadap dolar AS sepertinya akan mewarnai perdagangan hari ini. Pada Selasa malam akan diumumkan data harga rumah AS dan juga Indeks Tingkat Keyakinan Konsumen AS.

Friday, 22 November 2013

Nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp 11.700/US$

Nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp 11.700/US$ dianggap masih dalam posisi stabil. karena melihat pergerakan rupiah yang tidak terlalu jomplang.
Saat ini dengan kebijakan pemerintah dan seluruh lembaga terkait, pergerakan rupiah lebih halus dengan kemungkinan penurunan Rp 30 atau Rp 50 per dolar AS.
Bagi pasar yang paling penting kestabilan. Ini yang dilakukan BI juga menyangkut kebijakan moneter yang mampu mengerem mendadak .
Kebijakan tersebut,  juga mampu memperbaiki defisit fiskal yang sempat menyentuh 4,4% terhadap PDB atau sebesar US$ 9,9 miliar. Tahun lalu cuma 2,4% defisit fiskalnya, lalu tiba-tiba jungkir balik semua. Ini dilakukan secara gradual karena kita mau jaga current account.
Kebijakan moneter dikombinasikan dengan kebijakan di sektor riil , PPh impor dinaikkan, fasilitas ekspor dijalankan, juga kebijakan repatriasi profit. Step ini dilakukan terus.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, pada hari ini ditutup menguat 15 poin (0,12%) ke Rp 11.685-11.705 dari posisi kemarin Rp 11.700-11.715 per dolar AS.

Wednesday, 20 November 2013

Bursa saham asia melemah

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Kamis (21/11/2013) dengan indeks saham acuan regional turun pada hari ketiga. Indeks saham Asia melemah didorong dari pertemuan terakhir bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve mengisyaratkan pengurangan stimulus moneter dapat dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.
The Fed kelihatan mulai melihat biaya pelonggaran kuantatif. Pasar masih merasa sangat gugup tentang hal itu.Pejabat bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve mengindikasikan pengurangan stimulus dengan mengurangi pembelian aset obligasi pada pertemuan berikutnya. Pengurangan stimulus itu dapat dilakukan dengan catatan didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat. Sementara itu, bank sentral Eropa sedang mempertimbangkan untuk mengurangi suku bunga.
Penutupan Wall Street .

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu (Kamis WIB) setelah hasil pertemuan The Federal Reserve menyatakan, pengurangan stimulus kemungkinan diputuskan pada pertemuan The Fed berikutnya. Indeks Dow Jones melemah 66,21 poin atau 0,41% ke level 15.900,82. Indeks S&P melemah 6,5 poin atau 0,36% ke level 1.781,37. Indeks Nasdaq turun 10,28 poin atau 0,26% ke level 3.921,27.Sentimen hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat mempengaruhi perdagangan saham Amerika Serikat. Dari hasil polling yang dilakukan, ekonom mengharapkan bank sentral Amerika Serikat dapat mulai mengurangi stimulus US$ 85 miliar pada Maret.

Sunday, 17 November 2013

This morning opened firmer rupiah thin


The rupiah against the U.S. dollar ( USD ) opened higher this morning as positive Composite Stock Price Index ( CSPI ) in early trading . Of the rupiah against the U.S. based on data from Bloomberg this morning opened at Rp11.608/USD . This position is thin rose 15 points over last weekend's close of trading on Rp11.623/USD level .
The strong pace of U.S. dollars ( USD ) in the middle of a weakening of regional currencies weakening impact on the rupiah . Also be attributed to a deficit in the trade balance also contributes , rupiah reluctant to depart from the red zone . Dollars above the target Rp11.585 support . Range rupiah in the range of 11 555 refers Rp11.575 - BI middle rate . The historical rate of rupiah weakened again despite the positive sentiment of the statement testimonial candidates Fed governor Janet Yellen before market participants while maintaining the Fed's stimulus program .
The high balance of payments deficit III/2013 quarter worth $ 2 , 6 billion over the same period last year worth $ 2 , 5 billion dollars as losing confidence make to advance positive . Moreover , the weakening rupiah also affected by the weakening of regional currencies exchange rate and the rate of USD is still moving higher as lingering concerns FOMC meeting results .
At the end of last week , the rupiah against the U.S. according to Bloomberg data ends in Rp11.623/USD level . This position is 78 points lower than the previous day's close of trading on Rp11.545/USD level . While the position of the reference rates of exchange prevailing Jakarta Interbank Dollar Spot Rate ( Jisdor ) BI on the same day or at the level Rp11.561/USD depreciate 15 points compared to the previous day's closing level Rp11.546/USD .
Meanwhile , the index opened this morning managed to reverse the positive direction ( rebound ) as positive exchanges in Asia . Index opened up 41.82 points, or 0.96 percent, at 4377.27 . Value of the transaction amounted to Rp31 , 52 billion, with 16.57 million shares traded and net foreign transactions reached Rp 8 , 8 billion . As many as 47 stocks rose , 10 stocks fell and 26 stocks unchanged . This morning all sectors rose , led by the biggest gain various industry sectors which rose 1.82 percent , followed by basic industry which surged 1.50 percent .


Rupiah Pagi Ini dibuka Menguat tipis

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi hari ini dibuka menguat seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan. Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp11.608/USD. Posisi ini menguat tipis 15 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.623/USD.

Kuatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) di tengah pelemahan sejumlah mata uang regional memberi dampak pelemahan pada rupiah. Masih terdapatnya defisit pada neraca perdagangan juga memberi andil, rupiah enggan beranjak dari zona merah. Rupiah di atas target support Rp11.585. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.575-11.555 mengacu kurs tengah BI. Laju rupiah secara historikal kembali mengalami pelemahan meski terdapat sentimen positif dari testimoni pernyataan calon Gubernur The Fed Janet Yellen dihadapan pelaku pasar yang tetap mempertahankan program stimulus The Fed.

Tingginya defisit neraca pembayaran kuartal III/2013 senilai USD2,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD2,5 miliar membuat rupiah seolah kehilangan keyakinan untuk melaju positif. Selain itu, pelemahan rupiah juga terimbas dari masih melemahnya nilai tukar mata uang regional dan laju USD yang masih bergerak menguat seiring masih adanya kekhawatiran hasil pertemuan FOMC.

Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir di level Rp11.623/USD. Posisi ini melemah 78 poin dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp11.545/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari yang sama di level Rp11.561/USD atau terdepresiasi 15 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.546/USD.

Sementara itu, IHSG pada pagi ini dibuka berhasil balik arah positif (rebound) seiring dengan positifnya bursa di kawasan Asia. IHSG dibuka naik 41,82 poin atau 0,96 persen ke level 4.377,27. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,52 miliar dengan 16,57 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,8 miliar. Tercatat sebanyak 47 saham naik, 10 saham melemah dan 26 saham stagnan. Pagi ini semua sektor menguat, dengan kenaikan terbesar dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,82 persen, diikuti sektor industri dasar yang melonjak 1,50 persen.

Sunday, 10 November 2013

NILAI TUKAR RUPIAH Rupiah Melemah ke Posisi Rp11.490/US$

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka melemah seiring kembali melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan. Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini di level Rp11.445/USD atau melemah 32 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.413/USD.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah terhadap dolar AS bahkan menuju level Rp11.500, Senin (11/11/2013). Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah melemah 0,67% ke Rp11.490 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB. Pelemahan rupiah pagi ini sejalan dengan pelemahan yang dialami sebagian besar mata uang Asia-Pasifik terhadap dolar AS.

Dari data yang telah diterima sementara tercatat, mata uang domestik pagi hari ini berada di level Rp11.410/USD. Posisi ini menguat 8 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.418/USD.Posisi tersebut terapresiasi dibanding posisi Jumat (8/11/2013) yang berada di level Rp11.423/USD.

Kehabisan sentimen positif menyebabkan nilai tukar rupiah tampaknya tak cukup bergairah untuk bergerak di zona hijaunya. Rupiah di atas target support Rp11.415. Rentang rupiah Rp11.418-11.390 mengacu kurs tengah BI. Menilik lajunya pekan lalu, pasca rebound sehari jelang akhir pekan, rupiah kembali dihantam pelemahan. Padahal terdapat sentimen positif dari kenaikan kepemilikan obligasi oleh asing.

Akan tetapi, dengan dirilisnya kenaikan GDP dan penurunan klaim pengangguran Amerika Seikat (AS) membuat spekulasi nantinya The Fed akan mempertimbangkan untuk mempercepat tapering off stimulus The Fed, sehingga pelaku pasar merespon negatif dan berimbas pada anjloknya rupiah dan menutup sentimen positif tersebut.Adanya rilis data-data positif AS tersebut memperlihatkan seolah-olah shutdown yang sempat terjadi tidak banyak berpengaruh.

Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari Jumat lalu berada di level Rp11.404/USD atau melemah 15 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.389/USD.


Thursday, 7 November 2013

Rupiah depreciated to Rp11.403/USD

The rupiah against the U.S. dollar ( USD ) opened this morning as negative depreciate Composite Stock Price Index ( CSPI ) in early trading on the weekends . The positive news strengthening Indonesia's foreign exchange reserves were not strong enough to confront fears of market participants trimming The Federal Reserve's stimulus program . This condition brings the rupiah and government bonds fell for two consecutive days . 
The rupiah dropped 0.6 % so far this week . In today's trading , the rupiah weakened 0.1 % to as low as 11,403 per dollar AS.Di foreign exchange rate in the market Non Delivered Forward to the next month also lost 0.8 % so far this week . On this day , the rupiah was little changed to a level of 11 378 per dollar in the market AS.Rupiah contract traded 0.2 % stronger than the domestic spot market . The average movement of dollars in October stood at 0.9 % .Strengthening of the rupiah hit USD after the release of economic data in the United States ( U.S.), most of which showed positive growth.On the other hand , the rate of the euro exchange rate re-strengthened after the release of the UK housing price index , growth in German factory orders and the services PMI improved in a number of European regions also provide a positive impact for the USD . Dollars above the target Rp11.436 support . Range Rp11.415 - 11 378 based on exchange rate of BI.Improving U.S. economy will lead the Fed tapering that will attract foreign funds out and hit rupiah.Stabilitation strengthening of the exchange rate of the rupiah will likely continue to trend higher until the end of the year .Meanwhile , government bonds 5.625 % which ended in May 2023 rose 12 basis points during the week to a level of 7.79% . From within the country , foreign exchange reference Jakarta Interbank Dollar Spot Rate ( JISDOR ) weakened again after the previous day had climbed to 11,389 per U.S. dollar . Rupiah middle exchange rate on the day of trading at the level of 11 404 per U.S. dollar .

Rupiah terdepresiasi ke Rp11.403/USD

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka terdepresiasi seiring negatifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan akhir pekan. Kabar positif menguatnya cadangan devisa Indonesia tak cukup kuat menghadang kekhawatiran pelaku pasar terhadap pemangkasan program stimulus The Federal Reserves. Kondisi ini membawa nilai tukar rupiah dan obligasi pemerintah melemah selama dua hari berturut-turut.
Rupiah melemah 0,6% sepanjang pekan ini. Pada perdagangan hari ini, rupiah melemah 0,1% ke level 11.403 per dolar AS.Di luar negeri, kurs rupiah di pasar Non Delivered Forward untuk satu bulan ke depan juga melemah 0,8% sepanjang pekan ini. Pada hari ini, rupiah sedikit berubah ke level 11.378 per dolar AS.Rupiah di pasar kontrak diperdagangkan 0,2% lebih kuat dibandingkan pasar spot dalam negeri. Rata-rata pergerakan rupiah pada Oktober tercatat sebesar 0,9%.
Rupiah dihantam penguatan USD pasca dirilisnya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebagian besar menunjukkan pertumbuhan positif.

Di sisi lain, laju nilai tukar euro yang kembali mengalami penguatan setelah rilis kenaikan indeks harga perumahan Inggris, pertumbuhan factory orders Jerman dan peningkatan services PMI di sejumlah wilayah Eropa turut memberikan imbas positif bagi USD. Rupiah di atas target support Rp11.436. Rentang Rp11.415-11.378  berdasarkan kurs tengah BI.Kekhawatiran membaiknya perekonomian AS akan memicu tapering The Fed yang bakal menarik dana asing keluar dan menekan nilai tukar rupiah.Stabilisasi penguatan nilai tukar rupiah kemungkinan akan berlangsung terus dengan kecenderungan menguat sampai akhir tahun.

Sementara itu, surat utang negara 5,625% yang berakhir Mei 2023 naik 12 basis poin sepanjang pekan ini ke level 7,79%.Dari dalam negeri, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) kembali melemah setelah sehari sebelumnya sempat menguat ke level 11.389 per dolar AS. Kurs tengah rupiah pada perdagangan hari ini berada di level 11.404 per dolar AS.

Wednesday, 6 November 2013

Back Stronger After Rupiah Slumped

Indonesia's foreign exchange reserves increased to be a positive catalyst for the exchange rate . After weakening during the last seven days , finally returning .Rupiah exchange traded between banks in Jakarta , Thursday, November 7, 2013 morning remained in position Rp11.416 AS.Kurs rupiah - dollar in the local market rose 0.1 % to a record level of 11 395 on trading at 9:52 pm .
Dollars in the market while non- delivered forward ( NDF ) for the next month also rose 0.3 % to a level of 11 349 per U.S. dollar . Dollars in the NDF market moves 0.4 % stronger than the spot market . Fluctuations in the exchange rate remained stable , after Indonesia's economic growth data is still in line with estimates .
 
On the other hand , the rupiah also received positive sentiment from an increase in demand for domestic bonds by banks .Exchange still has the potential to have strengthened against the U.S. dollar this week as rising foreign exchange reserves stabilized Indonesia.Cadangan to support the exchange rate rupiah.Sentiment of foreign exchange reserves , the rupiah movement also influenced by the government's decision to open foreign investment opportunities in sectors that have been banned .
As is known , the government has issued a new Investment Negative List which allows foreigners to invest in the business  ports , telecommunications , and the new farmasi.Kebijakan visible impact in the next three months . The lack of certainty regarding the reduction ( tapering - off ) financial stimulus the Federal Reserve ( the Fed ) is still shadowing the movement of currency global financial domestik. Sentiment there is no certainty that it can be negative for market sentiment money .
Expected in the fourth quarter of 2013, economic growth in Indonesia recorded better growth boosting domestic currency into positive territory .Predicted , the movement of the exchange rate on Thursday ( 7/11 ) to move in the range of Rp11.250 - Rp11.550 per U.S. dollar .
Meanwhile , at 09.30 WIB observed exchange rate has strengthened by 66 points to Rp11.350 per U.S. dollar .

Rupiah Kembali Menguat Setelah Lama Terpuruk

Bertambahnya cadangan devisa Indonesia menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah. Setelah melemah selama tujuh hari terakhir, rupiah akhirnya kembali menguat.Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis 7 November 2013 pagi stagnan pada posisi Rp11.416 per dolar AS.Kurs rupiah di pasar lokal tercatat menguat 0,1% ke level 11.395 pada perdagangan pukul 9.52 WIB. 

Sementara rupiah di pasar non delivered forward (NDF) untuk satu bulan ke depan juga menguat 0,3% ke level 11.349 per dolar AS. Rupiah di pasar NDF bergerak lebih kuat 0,4% dibandingkan pasar spot. Fluktuasi nilai tukar rupiah cenderung stabil, setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih sesuai dengan estimasi.
 
Di sisi lain, rupiah juga mendapat sentimen positif dari adanya peningkatan permintaan terhadap obligasi dalam negeri oleh bank asing.Nilai tukar rupiah masih berpotensi untuk mengalami penguatan terhadap dolar AS pada pekan ini seiring meningkatnya cadangan devisa Indonesia.Cadangan devisa yang mulai stabil menjadi pendukung nilai tukar rupiah.Selain sentimen cadangan devisa, gerak rupiah juga ikut dipengaruhi oleh keputusan pemerintah membuka kesempatan investasi asing di sektor-sektor yang selama ini dilarang.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Daftar Negatif Investasi baru yang membolehkan asing berinvestasi di bisnis kebandarudaraanm pelabuhan, telekomunikasi, dan farmasi.Kebijakan ini baru terlihat dampaknya dalam tiga bulan ke depan. Belum adanya kepastian mengenai pengurangan (tapering-off) stimulus keuangan Bank Sentral AS (The Fed) masih membayangi pergerakan mata uang domestik.Pasar keuangan global sentimennya belum ada kepastian sehingga dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar uang.

Diharapkan pada kuartal IV 2013 mendatang pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan lebih baik sehingga mendorong mata uang domestik ke area positif.
Diprediksikan, pergerakan nilai tukar rupiah pada Kamis (7/11) bergerak di kisaran Rp11.250-Rp11.550 per dolar AS.

Sementara itu, pada pukul 09.30 WIB nilai tukar rupiah terpantau mengalami penguatan sebesar 66 poin menjadi Rp11.350 per dolar AS.

Monday, 4 November 2013

Harga Emas Naik Atau Turun

Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpuf
Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpuf
Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpuf
Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpufSetelah dihantam keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mempertahankan program stimulusnya, harga emas pekan lalu tercatat merosot tajam. Lalu bagaimana dengan pekan ini.
Setelah dihantam keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mempertahankan program stimulusnya, harga emas pekan lalu tercatat merosot tajam. Lalu bagaimana dengan pekan ini.Harga emas pekan lalu tercatat merosot selama tiga hari berturut-turut. Namun sepanjang Agustus, harga emas tercatat meningkat sebesar 6,3%.

Hasil survei mingguan Kitco News Gold Survey menunjukkan dari 19 responden, sebanyak 13 orang atau sekitar 68,4% memprediksi harga emas akan anjlok. Sisanya sebanyak masing-masing 3 orang (15,8%) menilai harga emas akan naik dan stabil.

Sebanyak 19 peserta yang terdiri dari pedagang emas, perwakilan bank-bank investasi, para investor dan analis pergerakan harga logam mulia itu terlibat dalam survei tersebut.
Sebelumnya, para peserta survei mengatakan harga emas akan naik pada pekan lalu. Faktanya pada penutupan perdagangan pada Jumat lalu, harga logam mulia tersebut anjlok hingga US$ 44. Menurut para responden, harga emas akan turun mengingat rendahnya inflasi khususnya di kawasan Eropa.

Harga emas masih bisa bergerak antara US$ 1.360- US$ 1.430 per ounce. Pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi data-data Amerika Serikat (AS) terkait isu tapering dan aksi militer ke Suriah.

Tekanan turun terhadap harga emas bisa didapat dari hasil data ekonomi AS yang membaik yang akan banyak dirilis pekan depan seperti data ISM PMI manufaktur dan non manufaktur, data neraca perdagangan dan data tenaga kerja yaitu data ADP non farm payroll, data klaim tunjangan pengangguran, data non farm payroll dan data tingkat pengangguran.

Ekononi Eropa sulit untuk bangkit dan deflasi merupakan fokus utama. Dengan begitu Uni Eropa akan menurunkan suku bunganya untuk mendorong negara-negara di kawasan tersebut. Dalam jangka pendek, aksi tersebut akan mempercepat aliran masuk dolar AS yang pastinya berdampak negatif pada emas.

Pekan lalu lebih dari 50% partisipan memprediksi harga emas akan menguat. Faktanya harga emas naik sekitar US$ 7 sepanjang minggu lalu.Sementara itu, prediksi penurunan harga emas pekan ini dipicu kekhawatiran adanya serangan militer ke Suriah . Harga emas akan turun pekan ini melihat besarnya kemungkinan serangan ke Suriah.Sementara prediksi kenaikan harga emas dipicu sejumlah faktor potensial atas konflik Suriah.Tren dari grafik mingguan menunjukkan kemungkinan harga emas untuk kontrak pengiriman Desember masih berada di level US$ 1.422,3 per ounce.

Namun penurunan harga emas diprediksi tidak akan berlangsung lama.Emas masih menjadi investasi yang memberikan nilai lindung lebih besar dibandingkan aset lainnya. Sebaliknya, para partisipan yang yakin harga emas naik mengukurnya dari kesalahan prediksi pasar pada keputusan The Fed. Selain itu fokus pada investor pun beralih pada jadwal penentuan penarikan dana stimulus The Fed.

Pergerakan harga emas pada pertemuan dan pernyataan The Fed hanya berputar di satu sisi, fokus pada penentuan tapering ke depannya. Mendengar keputusan The Fed tersebut sudah tidak membuat pasar khawati lagi. Pasar emas sebaiknya lebih fokus pada keputusan The Fed untuk menunda keputusannya hingga tahun depan. Dengan kondisi AS saat ini, The Fed tak akan memulainya hingga Maret tahun depan setelah benar-benar lolos dari krisis nasional.