Monday, 30 December 2013

Analisis Ekonomi Atas Perkembangan Hukum Bisnis Indonesia

Analisis Ekonomi Atas Hukum
Bidang Analisis Ekonomi Atas Hukum, atau yang umumnya dikenal sebagai “Economic Analysis of Law” dianggap muncul pertama kali melalui pemikiran utilitarianisme Jeremy Bentham (1789), yang menguji secara sistemik bagaimana orang bertindak berhadapan dengan insentif-insentif hukum dan mengevaluasi hasil-hasilnya menurut ukuran-ukuran kesejahteraan sosial (social welfare). Pemikiran utilitarianisme hukum Bentham tersebut tersebar dalam tulisan-tulisannya berupa analisis atas hukum pidana dan penegakannya, analisis mengenai hak milik (hukum kepemilikan), dan ’substantial treatment’ atas proses-proses hukum. Namun pemikiran ala Bentham tersebut mandeg sampai tahun 1960-an, dan baru berkembang pada awal tahun 1970-an, dengan dipelopori oleh pemikiran-pemikiran dari Ronald Coasei (1960), dengan artikelnya yang membahas permasalahan eksternalitas dan tanggung jawab hukum; Becker (1968), dengan artikelnya yang membahas kejahatan dan penegakan hukum; Calabresi (1970), dengan bukunya mengenai hukum kecelakaan; dan Posner (1972), dengan buku teksnya yang berjudul “Economic Analysis of Law” dan penerbitan “Journal of Legal Studies”.
Secara garis besar Analisis Ekonomi Atas Hukum menerapkan pendekatannya untuk memberikan sumbangan pikiran atas dua permasalahan dasar mengenai aturan-aturan hukum. Yakni analisis yang bersifat ‘positive’ atau ‘descriptive’, berkenaan dengan pertanyaan apa pengaruh aturan-aturan hukum terhadap tingkah laku orang yang bersangkutan (the identification of the effects of a legal rule); dan analisis yang bersifat ‘normative’, berkenaan dengan pertanyaan apakah pengaruh dari aturan-aturan hukum sesuai dengan keinginan masyarakat (the social desirability of a legal rule). Pendekatan yang dipakai Analisis Ekonomi Atas Hukum terhadap dua permasalahan dasar tersebut, adalah pendekatan yang biasa dipakai dalam analisis ekonomi secara umum, yakni menjelaskan tingkah laku, baik manusia secara perorangan maupun perusahaan-perusahaan, yang berwawasan ke depan (forward looking) dan rasional, serta mengadopsi kerangka kesejahteraan ekonomi untuk menguji keinginan masyarakat.
Steven Shavell, professor di Harvard Law School, menjelaskan lebih lanjut mengenai analisis yang bersifat deskriptif dan normatif dari Analisis Ekonomi Atas Hukum dengan mengemukakan manfaat atau tujuan akhir dari analisis dimaksud. Dengan analisis deskriptif dapat dikatakan rasional, bilamana orang bertindak untuk memaksimalkan tujuan atau keuntungan yang diharapkannya. Sebagai contoh adalah pertanyaan mengapa orang sangat berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya, walaupun misalnya orang tersebut mempunyai asuransi, dapat dijawab dengan kemungkinan bahwa ia tidak mau mengalami luka akibat kecelakaan, adanya ketentuan mengenai tanggung jawab atau adanya resiko diajukan ke pengadilan. Sedangkan dengan analisis normatif dapat diterangkan bahwa satu aturan hukum tertentu lebih baik dari aturan hukum lain bilamana memberikan level tertinggi bagi ukuran kesejahteraan sosial. Contoh yang dapat diberikan misalnya bilamana masyarakat menghendaki untuk meminimalisasi jumlah kecelakaan lalu lintas, maka aturan hukum yang terbaik adalah yang memberikan hukuman atau sanksi bagi penyebab-penyebab kecelakaan.
Perkembangannya sekarang, Analisis Ekonomi Atas Hukum tidak terbatas pada dua permasalahan dasar sebagaimana dijelaskan di muka, namun meluas pada setiap penggunaan prinsip-prinsip ekonomi terhadap permasalahan-permasalahan hukum dan kebijakan publik. Hal ini dapat dilihat dari pengertian Economic Analysis of Law yang diberikan oleh William and Mary School of Law dalam ensiklopedia onlinenya sebagai berikut :
“A study of many applications of economic reasoning to problems of law and public policy including economic regulation of business; antitrust enforcement; and more basic areas such as property rights, tort and contract law and remedies, and civil or criminal procedures. No particular background in economics is required; relevan economic concepts will developed through analysis of various legal applications.”
Perkembangan Analisis Ekonomi Atas Hukum Di Indonesia
Tidak dapat dipungkiri bahwa unsur ekonomi dalam pembuatan kebijakan, baik pada tingkat pembentukan, implementasi maupun enforcement peraturan perundang-undangan telah sangat berpengaruh di Indonesia. Secara resmi Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) menetapkan salah satu arah Kebijakan Program Pembangunan Nasional Bidang Hukum, yakni mengembangkan peraturan perundang-undangan yang mendukung kegiatan perekonomian dalam menghadapi era perdagangan bebas. Tentunya arah kebijakan tersebut merupakan satu indikator kuatnya pengaruh atau tujuan ekonomi dalam perkembangan hukum di Indonesia.
Memang secara teoritis konseptual, aliran Analisis Ekonomi Atas Hukum belum fenomenal dan melembaga di Indonesia, sebagaimana menimpa juga aliran-aliran hukum lain. Sehubungan dengan gejala tersebut, relevan mengemukakan pendapat Ifdhal Kasim, bahwa di Indonesia kajian-kajian yang merupakan kritik-teori atau doktrin atas suatu paradigma atau pendekatan tertentu dalam kajian hukum kurang berkembang. Ahli-ahli hukum di Indonesia kurang bergairah dalam melakukan penjelajahan teoritis atas berbagai paradigma dalam ilmu hukum atau taking doctrine seriously. Meskipun demikian perbincangan mengenai Analisis Ekonomi Atas Hukum bukannya sama sekali tidak ada. Hal ini dapat dilihat misalnya dalam teks oratio dies Universitas Katolik Parahyangan Bandung pada tahun 1995, dengan mengemukakan kerangka berpikir :
  1. Berdasarkan pengamatan empiris upaya perlindungan lingkungan yang hanya digantungkan pada penggunaan instrumen hukum (legal instruments) terbukti kurang efektif.
  2. Praktek-praktek perlindungan lingkungan di negara lain, ternyata sudah menerapkan konsep mixed-tools of compliance, dimana instrumen ekonomi (economic instruments) merupakan salah satu insentif yang membuat potensial pencemar mematuhi ketentuan Hukum Lingkungan.
  3. Terdapat ketentuan dalam peraturan perundang-undangan bidang lingkungan hidup yang memberikan dasar hukum yang kuat untuk menerapkan konsep mixed-tools of compliance.
Konsern atas pendekatan ekonomi terhadap hukum juga diberikan oleh Thee Kian Wie, yang menekankan perlunya aspek ekonomi diperhatikan dalam implementasi UU No. 5/1999 dengan mengemukakan bahasan pengkategorian monopoli, persaingan tidak sehat, kartel, price fixing, market division, merger, cross-shareholding, dan sebagainya. Tidak kalah menariknya juga pembahasan Heru Supraptomo terhadap Hukum Perbankan dengan pendekatan ekonomi. Sambil mengutip pendapat Posner, ia menyatakan bahwa :
“…, ilmu ekonomi merupakan suatu alat yang tepat (a powerfull tool) untuk melakukan analisis terhadap permasalahan-permasalahan hukum yang terjadi di lingkungan kita. Pendekatan analisis ekonomi terhadap hukum ini belum berkembang di Indonesia. Walaupun begitu, pemikiran-pemikiran ataupun dasar-dasar ilmu ekonomi sudah diterapkan dalam membentuk ketentuan-ketentuan dalam hukum perbankan.”
Berdasarkan pembahasan tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa keinginan untuk melibatkan prinsip atau teori ekonomi dalam perkembangan hukum di Indonesia telah tampak, meskipun masih belum sebagaimana yang diharapkan. Kajian yang semakin sadar dan berkesinambungan tentunya akan lebih memberikan manfaat bagi perancangan sistem hukum, pembentukan, penerapan dan enforcement peraturan perundang-undangan, mengingat sebagaimana perkembangan di Amerika Serikat, pendekatan ekonomi atas hukum telah menggejala di setiap bidang hukum.
Implementasi Dalam Hukum Bisnis
Guna memperjelas pembahasan mengenai Analisis Ekonomi Atas Hukum, terutama implementasinya dalam bidang hukum bisnis di Indonesia, maka di bawah akan dikritisi beberapa permasalahan yang aktual yang dihadapkan dengan prinsip efisiensi ekonomi (economic efficiency). Pemilihan prinsip efisiensi ini berdasarkan pada kemudahannya untuk dipahami, karena tidak memerlukan rumusan-rumusan teknis ilmu ekonomi atau rumus berupa angka-angka. Yang menjadi fokus perhatian adalah berkenaan dengan kemungkinan munculnya ketidakefisienan (inefficiency) dari pembentukan, penerapan maupun enforcement dari peraturan perundang-undangan.
Pertama berkenaan dengan kecenderungan diwajibkannya pelibatan profesi hukum tertentu dalam memenuhi syarat dan prosedur peraturan perundang-undangan. Hal ini misalnya terlihat dalam Pasal 5 Undang-undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UUJF), yang mengharuskan dibuatnya pembebanan benda dengan Jaminan Fidusia dengan akta notaris. Sutan Remy Sjahdeini memberikan komentar terhadap pasal tersebut dengan mengatakan tidak jelasnya alasan harus dibuatnya pembebanan benda dengan Jaminan Fidusia secara notariil, mengingat di dalam praktik selama ini, perjanjian Fidusia cukup dibuat dengan akta di bawah tangan.
Bilamana keharusan tersebut dihubungkan dengan kewajiban selanjutnya berupa pendaftaran di Kantor Pendaftaran Fidusia, tentunya juga masih dapat dipertanyakan kemanfaatan pembebanan benda dengan Jaminan Fidusia secara notariil tersebut dibandingkan dengan pembebanan secara di bawah tangan. Secara ekonomis pembebanan secara notariil akan sangat memberatkan para debitor, terutama bagi debitor pengusaha lemah. Bahkan terjadi dalam praktik sekarang ini, walaupun mengenai biaya pembuatan akta telah diatur dengan Peraturan Pemerintah, namun karena tidak ada pilihan lain kecuali memakai jasa notaris yang ijin prakteknya di daerah yang bersangkutan, maka notaris tersebut dapat secara sewenang-wenang untuk menetapkan besarnya biaya pembuatan akta.
Sebelumnya berdasarkan Pasal 10 ayat (2) Undang-undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda Yang Berkaitan Dengan Tanah (UUHT) ditetapkan juga bahwa pemberian Hak Tanggungan dilakukan dengan pembuatan Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT). Alasan penerapan ketentuan ini adalah bahwa PPAT merupakan pejabat umum yang berwenang membuat akta pemindahan hak atas tanah dan akta lain dalam rangka pembebanan hak atas tanah, yang bentuk aktanya ditetapkan, sebagai bukti dilakukannya perbuatan hukum tertentu mengenai tanah yang terletak di daerah kerjanya.
Terhadap ketentuan UUHT inipun disampaikan kritik yang sama berkenaan dengan pembebanan yang secara ekonomis memberatkan debitor pengusaha lemah. Menanggapi hal tersebut melalui Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 4 Tahun 1996 tentang Penetapan Batas Waktu Penggunaan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan Untuk Menjamin Pelunasan Kredit-kredit Tertentu, pemerintah memberikan kemungkinan bagi SKMHT jenis kredit tertentu berlaku sampai berakhirnya masa berlakunya perjanjian pokok yang bersangkutan.
Kecenderungan tersebut juga terlihat dalam Rancangan Undang-undang Perkreditan Perbankan (RUU-PP) yang dibuat oleh DPR, yang menetapkan bahwa akta perjanjian kredit dibuat di hadapan notaris. Oleh karena itu terdapat pandangan sinis di masyarakat dengan menyebutkan peraturan perundang-undangan yang memuat ketentuan seperti itu sebagai hasil dari ‘Notaris Connection”.
Kritik inefisiensi terhadap notaris sebagaimana dibahas di atas juga menimpa profesi hukum lain, yakni penasehat hukum. Pasal 5 Undang-undang Kepailitan, menetapkan bahwa permohonan berkenaan dengan proses kepailitan harus diajukan oleh seorang penasehat hukum yang memiliki izin praktek (dalam hal ini izin praktek pengacara kepailitan). Permohonan tersebut antara lain berupa permohonan pernyataan pailit, permohonan sita jaminan dan penunjukan kurator, permohonan Kasasi, pengajuan Memori Kasasi, permohonan Peninjauan Kembali, permohonan penangguhan sementara, pengangkatan penangguhan dan perubahan syarat-syarat penangguhan, tuntutan pembatalan perdamaian, serta permohonan rehabilitasi di bidang kepailitan. Alasan diwajibkannya penggunaan penasehat hukum yang memiliki izin praktek tersebut, memang masuk di akal bilamana dihubungkan dengan singkatnya waktu yang diperlukan dalam proses acara kepailitan serta diperlukannya spesialisasi dan professionalitas pengacara kepailitan. Namun ditinjau dari perspektif adanya pembatasan bagi kalangan tertentu untuk ikut dalam ujian kepengacaraan, seperti kalangan internal corporate lawyer BUMN, maka secara ekonomis bagi perusahaan-perusahaan BUMN, Pasal 5 Undang-undang Kepailitan akan sangat memberatkan. Hal tersebut terjadi karena dianggapnya pegawai BUMN sebagai Pegawai Negeri Sipil, sehingga tidak diperkenankan ikut dalam ujian kepengacaraan. Padahal bilamana internal corporate lawyer BUMN diperkenankan memiliki sertipikat pengacara kepailitan, maka proses acara kepailitan tidak perlu diwakili oleh external corporate lawyer yang berbiaya tinggi.
Kedua berkenaan dengan ketidakefisienan dalam pembentukan lembaga-lembaga pendukung di bidang hukum bisnis. Misalnya pembentukan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang dilakukan secara terpisah dan berdiri sendiri-sendiri pada gilirannya akan menimbulkan pemborosan. Segala biaya untuk pelaksanaan tugas lembaga-lembaga tersebut dibebankan kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Padahal di Amerika Serikat sendiri sebagai negara pelopor persaingan usaha sehat dan perlindungan konsumen, tugas sebagaimana dibebankan kepada KPPU, BPKN dan BPSK dicakup atau merupakan tugas satu lembaga yang bernama Federal Trade Commission (FTC). Sebagai bahan perbandingan di bawah ini dikutipkan posisi dan tugas FTC antara lain sebagai berikut :
“The basic objective of the FTC is to promote free and fair trade competition in the American economy. … It provides guidance to business and industry on what they may do under the laws administered by the commission. It also gathers and makes available to Congress, the president, and the public factual data on economic and business conditions.
The FTC consists of five commissioners who are appointed for 7-year terms by the president, with the advice and consent of the Senate. Not more than three of the commissioners may be members of the same political party. One commissioner is chosen as chair by the president.
The most prominent and active consumer protection agency this year was the Federal Trade Commission.”
Berdasarkan pembahasan tersebut, maka pendekatan ekonomi relevan dikemukakan berkenaan dengan gagasan pembentukan lembaga penunjang hukum bisnis, sehingga nilai efisiensi dari pembentukan lembaga tersebut dapat dimaksimalisasi. Contohnya bilamana suatu lembaga yang digagas, tugas-tugasnya mendekati atau dapat dibebankan kepada lembaga yang sudah ada, maka tidak perlu membentuk lembaga baru.
Permasalahan lain yang dapat menimbulkan inefisiensi adalah ketidakharmonisan antara satu peraturan perundang-undangan dengan peraturan perundang-undangan lainnya. Dalam hal ini dapat dikemukakan misalnya adanya ketentuan hukum yang menyimpang dari prinsip pokok pengembangan lembaga non-litigasi, terutama kewajiban pengadilan untuk menolak perkara dimana para pihak sendiri telah memilih penyelesaian secara non-litigasi. Ketentuan tersebut tampak pada ketentuan Pasal 45 ayat (4) Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yakni yang mengatur sebagai berikut :
“Apabila telah dipilih upaya penyelesaian sengketa konsumen di luar pengadilan, gugatan melalui pengadilan hanya ditempuh apabila upaya tersebut dinyatakan tidak berhasil oleh salah satu pihak atau oleh para pihak yang bersengketa.”
Pasal seperti ini tidak memberikan kepastian hukum. Seyogyamya bila upaya penyelesaian di luar pengadilan telah dipilih oleh para pihak, upaya tersebut harus dilalui sebagaimana mestinya, dan pengadilan wajib untuk menolak gugatannya. Ketentuan Pasal 3 Undang-undang No. 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa, menetapkan bahwa Pengadilan Negeri tidak berwenang untuk mengadili sengketa para pihak yang telah terikat dalam perjanjian arbitrase.
Contoh lain ketidakharmonisan antar peraturan perundang-undangan yang dapat menimbulkan inefisiensi adalah mengenai wajib simpan dokumen perusahaan. Pasal 11 ayat (1) Undang-undang No. 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan, bertujuan untuk mereformasi Pasal 6 Kitab Undang-undang Hukum Dagang dengan mengurangi jangka waktu kewajiban menyimpan dokumen perusahaan yang tadinya 30 (tiga puluh) tahun menjadi 10 (sepuluh) tahun. Namun berhadapan dengan ketentuan mengenai daluarsa, pembaruan jangka waktu tersebut menjadi tidak berarti. Sehingga pilihan untuk memaksimalisasi efisiensi ruang, waktu dan biaya dalam pemeliharaan dokumen dengan kemungkinan memusnahkannya setelah lewat waktu 10 tahun, berhadapan dengan kemungkinan kerugian yang lebih besar yang akan timbul dari proses pembuktian di pengadilan. Apalagi bila hal tersebut ditambah dengan kekakuan pengadilan dalam menerima bukti yang hanya berupa bukti-bukti tertulis saja, sehingga pengalihan dokumen perusahaan dalam bentuk paperless media yang juga dimungkinkan berdasarkan Pasal 12 Undang-undang Dokumen Perusahaan akan semakin memperburuk kondisi inefisiensi.
Penutup
Dengan memaparkan perkembangan Analisis Ekonomi Atas Hukum, serta melibatkannya dalam kebijakan dan praktik hukum di Indonesia, maka menjadi lebih terbuka kemungkinan perubahan paradigma serta lebih banyak alternatif pemikiran yang dapat disumbangkan dalam pengkajian hukum di Indonesia. Tulisan ini merupakan pengantar bagi studi yang lebih jauh terhadap Analisis Ekonomi Atas Hukum, namun demikan pada tingkatnya yang sangat minimal telah dapat memunculkan salah satu kritik penting berkenaan dengan masalah economic efficiency yang secara tidak sadar ada dalam perkembangan hukum bisnis di Indonesia. Oleh karena itu relevan kiranya untuk masa yang akan datang, memfungsikan model Analisis Ekonomi Atas Hukum disamping model teori hukum lain ke segenap proses hukum di Indonesia, baik dalam tingkat pembentukan, penerapan atau penegakan hukum dan dalam menganalisis doktrin serta menguji keabsahan suatu sistem sosial dan kebijakan-kebijakan tertentu.
Kepustakaan
  • Heru Supraptomo, Analisis Ekonomi Terhadap Hukum Perbankan, Newsletter Pusat Pengkajian Hukum, No. 28 - Tahun VIII, Jakarta, 1997.
  • Ifdhal Kasim, Mempertimbangkan ‘Critical Legal Studies’ Dalam Kajian Hukum di Indonesia, Wacana (Jurnal Ilmu Social Transformatif), Edisi 6, Tahun II, Jakarta, 2000.
  • Louis Kaplow dan Steven Shavell, Economic Analysis of Law, National Bureau of Economic Research, Cambridge, 1999.
  • Stefanus Haryanto, Pendekatan Ekonomi Dalam Upaya Perlindungan Lingkungan, teks oratio dies, Jakarta, 1995.
  • Steven Shavell, Economic Analysis of Law, materi “Harvard University Online Course”
  • Sutan Remy Sjahdeini, Komentar Pasal Demi Pasal Undang-undang No. 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 10, Jakarta, 2000.
  • Thee Kian Wie, Aspek-aspek Ekonomi Yang Perlu Diperhatikan Dalam Implementasi UU No. 5/1999, Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 7, Jakarta, 1999.

Sunday, 29 December 2013

Investasi obligasi

Pengertian obligasi adalah sering dikenal dengan suatu lembaga yang menerbitkan surat berharga berupa sertifikat atau berupa surat hutang dengan Nilai nominal yang telah ditentukan waktu jatuh temponya, surat hutang yang diterbitkan ini berupa surat hutang yang memiliki jangka waktu yang panjang. Lembaga yang menerbitkan obligasi tersebut dikatakan sebagai pihak yang berhutang uang kepada penanam saham / modal / pembeli obligasi / yang menginvestasikan / meminjamkan uang itu sendiri kepada pihak perusahaan penerbit Obligasi tersebut. Hal ini juga sama dengan Efek ( Suatu surat berharga berupa surat komersial, surat pengakuan hutang, Obligasi ). Pengerian obligasi lebih lanjut adalah jika anda pernah melakukan investasi berupa deposito kepada sebuah Bank, Obligasi hampir sama dengan deposito  tersebut. Setiap pembelian / transaksi Obligasi, investor mendapatkan kupon atau bunga yang ditetapkan dan berkala sampai waktu jatuh tempo yang biasanya ditentukan adalah dalam jangka waktu Satu tahun. Beberapa arti yang lain adalah investasi dengan surat hutang yang dapat dipindahtangankan serta dengan jangka waktu sedang dan jangka waktu yang panjang. Dalam investasi surat hutang tersebut memiliki perjanjian berupa pembayaran imbalan / bunga serta melunasi pokok – pokok hutang dengan periode waktu yang telah ditentukan, pembayaran imbalan bunga tersebut dilakukan oleh pihak penerbit obligasi kepada pembeli obligasi.
Setelah mengetahui beberapa pengertian obligasi tersebut, maka tidak ada salahnya jika anda menginfestasikan saham anda kedalam sebuah Obligasi yang memang memiliki resiko yang kecil / aman, investasinya pun berupa investasi dengan waktu jangka panjang. Selain itu, Anda juga dapat melihatnya dari beberapa penjelasan tentang Obligasi itu sendiri, Bahwa harga Obligasi selalu mengikuti perkembangan setiap arus tingkat Bunga. Serta Pada setiap periode yang telah ditentukan, Obligasi mempunyai pembayaran keuntungan yang tetap.
Mengetahui berbagai macam pengertian obligasi, maka haruslah mengetahui juga bahwa Obligasi itu pun memiliki tingkat nilai yang diberikan oleh suatu perusahaan khusus yang menilai obligasi secara teliti. Seperti hal nya pada nilai Mata kuliah seorang mahasiswa, Nilai obligasi juga memiliki tingkatan nilai dari A sampai dengan D. Tentu saja nilai tertinggi dari nilai obligasi adalah Nilai A, berupa AAA. Nilai Obligasi tertinggi dengan nilai AAA tersebut dapat dipercaya bahwa perusahaan penjual obligasi tersebut dapat membayar Obligasi beserta Bunga yang telah ditentukan di awal.
Berbagacontoh obligasi tersebut, yaitu antara lain adalah Obligasi Pemerintah merupakan Obligasi yang dijamin oleh negara sehingga terjamin pula keamanannya. Pada Obligasi pemerintah ini juga memiliki beberapa jenis, yaitu SUN ( Surat hutang negara ), Obligasi Syariah, Obligasi Ritel Indonesia, dan Obligasi berupa Rekap. Obligasi pemerintah ini memiliki return yang lebih besar dari deposito biasa, yaitu mencapai 14 – 15 % per tahun nya. dan perusahaan. Yang kedua adalah pada Obligasi Perusahaan, yang tentu saja dikeluarkan oleh sebuah perusahaan.
Dengan melihat kedua contoh obligasi dari jenis Obligasi di atas, diketahui bahwa para penanam modal atau/ investor lebih menyukai obligasi yang memiliki resiko kecil yaitu dengan hitungan jangka waktu yang pendek. Masa jatuh tempo dari investasi obligasi tersebut berjangka 1 Tahun, 5 tahun, bahkan sampai 10 tahun. Selain hal yang tersebut di atas, berbagai contoh juga dapat diketahui dari adanya Hak penukaran, serta dapat diketahui dari Sistem pembayaran Bunga nya.contoh obligasi dalam hal Hak penukaran antara lain yaitu Emiten diberikan hak untuk membeli kembali Obligasi tentunya dengan harga tertentu dan dengan jangka waktu tertentu pula yang sesuai dengan jatah waktu Obligasi tersebut atau yang sering dikenal dengan Callable Bonds. Dalam hak penukaran yang selanjutnya adalah Pemegang Obligasi di berikan hak melakukan konversi Obligasi ke dalam beberapa jumlah saham yang dimiliki penerbit Obligasi tersebut. Dalam penawarannya memiliki beberapa Obligasi yang biasanya ditawarkan, yaitu antara lain Harga Obligasi yang lebih besar dari nominal yang ada atau yang sering dikenal dengan Obligasi Premi. Selain itu, dalam penawarannya juga ada Obligasi dengan harga yang sama dengan nominal nilai, atau yang sering dikenal dengan Par. Dalam penawarannya juga ada Obligasi harga yang justru lebih kecil dari pada Nominal, yang ketiga ini sering disebut dengan Obligasi Discount.
Setiap Obligasi tersebut tentunya memiliki pembayaran bunga yang telah ditentukan, dan pembayaran Bunga dari Obligasi itu sendiri memiliki beberapa macam, yaitu seperti hal nya Obligasi yang secara periodik dapat dicairkan yang sering disebut dengan Obligasi coupon Bonds. ada juga Obligasi Pembayaran Bunga yang tidak dilakukan secara periodik. Serta ada juga Obligasi yang sudah ditentukan tingkat kupon bunga nya.

Thursday, 26 December 2013

4 Uang Kertas Tak Berlaku Lagi

Sebanyak 4 pecahan mata uang kertas sudah tidak bisa digunakan lagi. Bank Indonesia (BI) menghimbau agar warga yang memiliki 4 pecahan uang kertas ini segera menukarkannya ke Bank Umum paling lambat 30 Desember 2013.
Dalam pengumumannya yang dilansir Rabu (25/12/2013), BI mengumumkan 4 pecahan uang kertas tahun emisi 1998 dan 1999 yang sudah tidak berlaku lagi yaitu:

1. Uang kertas pecahan Rp 10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah) bergambar Cut Nyak Dien Tahun Emisi (TE) 1998.

2. Uang kertas pecahan Rp 20.000 (Dua Puluh Ribu Rupiah) bergambar Ki Hadjar Dewantara TE 1998.

3. Uang kertas pecahan Rp 50.000 (Lima Puluh Ribu Rupiah) TE 1999 bergambar WR Soepratman.

4. Uang polymer/plastik pecahan Rp 100.000 (Seratus Ribu Rupiah) TE 1999 bergambar Soekarno-Hatta.

Keempat uang tersebut tidak berlaku lagi berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008.
Maka itu masyarakat dihimbau untuk segera menukarkan di Bank Umum paling lambat 30 Desember 2013.
Apabila sampai dengan tanggal 30 Desember 2013 belum sempat menukarkan uang kertas tersebut, maka masyarakat masih dapat menukarkan di Bank Indonesia mulai dari tanggal 31 Desember 2013 sampai dengan 30 Desember 2018 sesuai dengan jadwal operasional penukaran.

Wednesday, 25 December 2013

Gadai Emas Syariah

Metode berkebun emas merupakan sistem pengembangan investasi yang terus berevolusi. Saat ini, banyak masyarakat Indonesia yang membeli logam mulia untuk kemudian disimpan hingga harga jualnya meningkat. Pada saat membutuhkan uang dadakan masyarakat juga terkadang menggadaikan logam mulia yang dimilikinya. Kini logam mulia yang  digadaikan dapat “dikembangbiakan” agar menghasilkan logam-logam mulia baru dengan dua pertiga modal ditanggung oleh lembaga keuangan penyedia jasa gadai, seperti bank syariah.
Anda harus memilih lembaga gadai emas syariah yang menetapkan biaya gadai dan penitipan yang paling ringan, disamping itu perlu juga diperhatikan lembaga gadai yang memberikan dana gadai tertinggi agar dana tersebut dapat digunakan kembali untuk membeli logam mulia yang lebih besar dan tambahan dana yang dibutuhkan tidak terlalu memberatkan. Selain itu, juga perlu ditanyakan tentang skema pengamanannya. Ada beberapa lembaga gadai emas syariah memberlakukan biaya asuransi yang dibebankan langsung kepada konsumen, tetapi sebagian besar lainnya tidak tidak membebankan biaya asuransi khusus karena sudah termasuk dalam biaya administrasi.
Metode berkebun emas ini memang membutuhkan modal untuk membeli logam mulia pertama dan menyiapkan uang tunai untuk menutup selisih kekurangan harga pembelian logam mulia kedua hingga kelima. Sebagai ilustrasi, Anda membeli logam mulia seberat 10 gram yang langsung digadaikan. Jika uang gadai yang diberikan bank syariah sebesar 85%, dana yang diperoleh setara dengan 8.5 gram. Oleh sebab itu, ketika akan membeli logam mulia 10 gram kedua, perlu dana tambahan setara dengan logam mulia seberat 1.5 gram ditambah biaya penyimpanan logam mulia di bank syariah. Demikian seterusnya, hingga mencapai logam mulia yang dikehendaki. Setelah mencapai logam mulia terakhir, misalnya kelima, Anda sebaiknya menjual logam mulia tersebut. Tentunya ketika harga logam mulia sudah meningkat minimal 30%. Mengapa 30% ? kenaikan 30% ini diperlukan agar hasil penjualan dapat menutup biaya biaya gadai empat keeping logam mulia yang ada di bank syariah dan hasil penjulan logam mulia terakhir inilah yang dipergunakan untuk menebus empat keping logam mulia di bank syariah, saat inilah biasa disebut masa panen emas.
Kenaikan harga emas yang konsisten disebabkan oleh dua hal, pertama, konsumsi penduduk Indonesia terhadap logam mulia ada di peringkat 14 dunia (China ada diperingkat ke satu dan India ada di peringkat ke dua). Kedua, Indonesia adalah penghasil emas ketujuh terbesar didunia, jika permintaan emas terus bertambah, maka harga emas akan terus meningkat.
Berikut ini adalah salah satu contoh dari lembaga gadai emas syariah, mengenai biaya, ilustrasi dan fasilitas yang ditawarkan.
Biaya administrasi
  • Biaya administrasi berjenjang sesuai berat perhiasan (emas)

  • Biaya administrasi dibayar dimuka

  • Tabel biaya administrasi sebagai berikut :
    Table Biaya Admin Gadai Emas Syariah
Biaya sewa tempat
  • Dibayar pada saat pelunasan pinjaman

  • Dihitung berdasarkan berat dan karat emas yang digadaikan untuk masa simpan/gadai per 10 harian

  • Tabel biaya sewa tempat sebagai berikut :
    Table Biaya Sewa Tempat Gadai Emas Syariah
    • Ilustrasi biaya gadai
      Perhiasan emas yang digadai dan telah ditaksir seberat 5 gram (24 karat), Standar Taksiran Logam Mulia (STLE) untuk perhiasan emas 24 karat =
      • Nilai taksiran : 5 gram x Rp. 425.000 = Rp. 2.125.000

      • Nilai maksimum pinjaman : 90% x Rp. 2.125.000 = Rp. 1.912.500

      • Biaya administrasi : kurang dari 100 gram = Rp. 12.500

      • Biaya sewa tempat (lihat table) : 5 gram x Rp. 1.670 = Rp. 8.350 per 10 hari
      Fasilitas
      • Jangka waktu pinjaman maksimal 120 hari dan dapat diperpanjang

      • Fleksibilitas dalam pelunasan sesuai dengan kemampuan

      • Dapat dilunasi sebelum jatuh tempo tanpa biaya penalti

      • Penyimpanan yang aman dan berasuransi syariah

      • Mendapatkan sertifikat gadai syariah
      Anda harus siap berinvestasi jangka panjang, paling tidak selama dua tahun sampai tiga tahun. Dan tentunya Anda harus memilih tempat gadai yang mengenakan biaya gadai paling murah. Maklum setiap bank syariah atau pegadaian memiliki ketentuan dan biaya yang berbeda atas layanan gedai emas ini. metode kebun emas ini bukannya tanpa risiko, Anda hanya bisa memperoleh keuntungan jika harga emas naik selama Anda menggadaikan emas tersebut. Kalau terpaksa menjual koleksi emas di lemari gadai bank sariah atau pegadaian ketika harganya turun, anda akan kehilangan potensi keuntungan, padahal telah mengeluarkan biaya gadai.
      Apabila Anda tertarik mengikuti metode berkebun emas, Anda harus benar-benar mempertimbangkan penghasilan dan rasio likuiditas keuangan rumah tangga terlebih dahulu. Sebab, Anda tidak bisa asal main tebus emas di bank ketika sedang butuh dana tunai. Jika Anda baru berinvestasi pada logam mulia sebaiknya mulai dengan membeli, kemudian menyimpan emas tersebut sebagai pengganti tabungan di bank. Pada saat butuh uang mendesak, jangan jual emasnya, gadaikan saja. Lihat timing (penetapan waktunya). Jika memang harga sedang turun, ada baiknya digadai untuk menutup kebutuhan mendesak sehingga tidak berat ketika ingin menebus kembali.

Monday, 23 December 2013

Rupiah Sentuh Level 12.250/US$

Jelang akhir tahun, kurs rupiah masih belum mampu menguat. Rupiah yang sudah jatuh ke level 12 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) makin jatuh lebih dalam.
Data kurs valas Bloomberg, Senin (23/12/2013) mencatat, rupiah pagi ini dibuka melemah ke level 11.235 atau turun 21 poin dari penutupan akhir pekan lalu di posisi 12.214 per dolar AS. Kurs rupiah yang bergerak fluktuatif bahkan sempat ambruk ke level terendahnya di posisi 12.259 per dolar AS pada pukul 10.21 WIB.
Rupiah sebetulnya sempat bergerak menguat pada sesi awal perdagangan setelah menyentuh 12.199 per dolar AS. Namun tekanan pasca penarikan stimulus The Federal Reserves membuat rupiah tak menahan pelemahannya.
Sentimen dari akan dimulainya tapering pada Januari 2014 masih mendominasi pelemahan sejumlah mata uang termasuk rupiah.
Laju nilai tukar dolar AS terus melanjutkan penguatannya seiring pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi mata uang negeri Paman Sam tersebut. Apalagi kebutuhan dolar AS jelang akhir tahun juga meningkat.
Adanya spekulasi larangan ekspor barang mentah ditanggapi negatif karena akan berpengaruh pada masih akan melemahnya neraca transaksi berjalan Indonesia.
Sementara itu data RTI menunjukan kurs rupiah bergerak staganan di level 12.200 per dolar AS hingga perdagangan pukul 10.30 WIB.
Pada penutupan akhir pekan lalu, kurs tengah rupiah juga terus bergerak melemah. Rupiah dari data bank sentral di tanah air itu tinggal sedikit lagi menembus level 12.250 atau tepatnya berada di level 12.245 per dolar AS.

Wednesday, 18 December 2013

Pemerintah telah memprediksi pelemahan rupiah terhadap melebarnya defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014.

Depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi masih akan terjadi di tahun depan. Hal ini akan berdampak terhadap postur APBN.
Pasti ada jalannya karena setiap tahun mengalami hal yang sama. Pemerintah akan membuka seluruh opsi supaya dapat menyehatkan anggaran negara di tengah gejolak nilai tukar rupiah. Upaya tersebut dilakukan agar patokan defisit anggaran tahun depan bisa terealisasi.
Defisit harus disesuaikan, penghematan belanja, atau mengoptimalkan pendapatan.
Diperkirakan patokan nilai tukar rupiah bisa saja berubah dari target Rp 10.500 per dolar AS dalam APBN 2014. Sehingga pemerintah harus bergerak cepat mempercepat pembahasan APBN Perubahan.
Bisa saja di atas itu (Rp 10.500 per dolar AS) tapi soal berapanya lihat waktu nanti. Nanti akan dihitung kalau ada proyeksi baru, lakukan evaluasi di Januari 2014. Pelemahan rupiah Rp 1.000 per dolar AS akan menyumbang defisit anggaran bersih sebesar Rp 5 triliun.
Jika pelemahannya Rp 2.000 per dolar AS, ada tambahan defisit jadi Rp 10 triliun. Sudah ada tanda-tanda perbaikan angka ekspor di mana November ini untu pertama kalinya tumbuh positif karena AS mengalami peningkatan. Konsumsi rumah tangga masih cukup tinggi terutama menjelang pemilihan umum.

Thursday, 12 December 2013

Rupiah Melemah 5,7%

Bank Indonesia (BI) melaporkan, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sepanjang November 2013 melemah 5,77% dibandingkan bulan sebelumnya. Kurs rupiah pada akhir November tercatat berada di level 11.963 per dolar AS.

Pelemahan rupiah tersebut dipicu oleh dua faktor dominan yaitu rencana pengurangan stimulus AS (tapering off) dan defisit transksi berjalan Indonesia. Kondisi rupiah tersebut diakui dalam posisi undervalue dari proyeksi yang diperkirakan bank sentral. Dengan begitu diperkirakan rupiah masih akan menekan sektor korporasi minimal hingga akhir tahun.

Namun itu akan sedikit diimbangi dengan menurunnya pasar valas pada akhir tahun.
Secara rata-rata pelemahan rupiah pada bulan November tercatat sebesar 2,42% (month to month) menjadi 11.624 per dolar AS.Dengan kondisi rupiah yang sedkit undervalue, Bank Sentral mengimbau eksportir untuk segera mengkonversikan dolar AS yang dimilikinya ke dalam mata uang rupiah.

Secara umum pelemahan rupiah masih sejalan dengan perkembangan mata uang negara-negara kawasan. Stabilitas nilai tukar rupiah harus terus dijaga sesuai dengan nilai fundamentalnya sehingga dapat mendukung penyesuaian ekonomi secara terkendali.

Wednesday, 11 December 2013

Rupiah Menguat 20 Poin

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi bergerak menguat sebesar 20 poin menjadi Rp11.970 dibanding posisi sebelumnya, Rabu (11/12) Rp11.990 per dolar AS. Diperkirakan Bank Indonesia melakukan intervensi di pasar uang domestik sehingga rupiah menguat.

Kendati demikian, penguatan rupiah itu cenderung terbatas dikarenakan sentimen dari tercapainya kesepakatan pemangkasan anggaran AS dipandang akan menghindari shutdown ekonomi AS sehingga pengurangan stimulus (tapering off) the Fed bisa lebih cepat.Kemungkinan tappering off the Fed terjadi di bulan ini, kondisi itu bisa membuat dolar AS kembali menguat.

Munculnya draft kesepakatan anggaran AS itu diperkirakan dapat mengurangi resiko terulangnya government shutdowns AS sehingga kinerja ekonomi Amerika bisa semakin kuat. Investor juga bersikap waspada menanti hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Indonesia. Survei menunjukan BI akan mempertahankan suku bunga di level 7,5 persen untuk bulan Desember tahun ini. Rupiah diprediksi akan diperdagangkan di kisaran Rp11.930-Rp12.070 per dolar AS untuk hari ini.

Sunday, 8 December 2013

Rupiah Kembali Menguat 84 Point

Mata uang rupiah yang ditransaksikan antarbank, di Jakarta, Senin pagi, menguat terhadap dolar Amerika Serikat sebesar 84 poin menjadi Rp11.910 dibanding posisi sebelumnya (6/12), Rp11.994 per dolar Amerika Serikat, setelah data ekonomi China menunjukkan perbaikan. Penguatan rupiah salah satunya didorong data ekonomi China yang membaik sehingga dapat memberikan harapan stabilnya perekonomian negara di Asia. Ini dapat memberikan sentimen positif mengingat perbaikan ekonomi China dapat menimbulkan harapan perbaikan neraca perdagangan Indonesia. China satu mitra dagang utama Indonesia.Meski demikian, rupiah masih khawatir dengan potensi pengurangan stimulus Federal Reserve dalam waktu dekat paska publikasi data tenaga kerja Amerika Serikat yang membaik.Selain itu, investor juga berhati-hati menanti pengumuman paket kebijakan ekonomi Indonesia untuk melihat keseriusan pemerintah mengatasi perlambatan ekonomi, inflasi, defisit neraca perdagangan. Diproyeksikan pergerakan rupiah di pasar uang mungkin diperdagangkan di kisaran Rp11.870-Rp12.070 untuk hari ini. Jika nilai tukar rupiah tidak dapat bertahan dalam area positif pada Desember ini maka diperkirakan pada tahun depan koreksinya dapat lebih dalam. Apabila rupiah tidak segera menguat dalam bulan ini, maka untuk menjaga kestabilan nilai tukar domestik tahun depan akan lebih berat karena isu tappering bisa semakin kuat. Level rupiah di Rp12.000 per dolar Amerika Serikat kemungkinan masih bisa diterima pasar dengan sejumlah resiko ikutan.

Friday, 6 December 2013

Bisnis Properti Yang Menjanjikan

Setelah mencapai pertumbuhan tertinggi tahun lalu dalam sepuluh tahun terakhir, pasar properti di Indonesia diprediksi makin menjanjikan tahun ini.
Indonesia menjadi pilihan karena pertumbuhan ekonominya terus membaik dan stabilitas politiknya terjaga. Ditambah lagi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berlimpah, sehingga investor makin tertarik. Pengembang dari Singapura, Korea Selatan, Hong Kong, dan Jepang telah melakukan studi banding dan penjajakan bisnis lewat joint venture. Minat asing terlihat sejak tahun lalu. Harga properti di Indonesia tergolong paling rendah ketimbang di negara-negara lain, yang makin membuka peluang pengembang asing masuk. Potensi asing makin besar jika ada perubahan regulasi yang lebih mendukung keberadaan mereka. Tapi dia memberi catatan bahwa investor asing tertarik bermain di properti papan atas dibanding grade bawah karena harganya dinilai terlalu murah dan kurang menjanjikan.
Berdasarkan analisis sejumlah konsultan properti, perkantoran komersial merupakan jenis yang paling berkembang tahun ini. Lokasinya tidak terpusat di kawasan sentra bisnis dan ini merupakan tren baru area perkantoran di luar area bisnis.
Selain permintaan naik, perusahaan asing menggandeng pengembang lokal untuk menggarap pasar perkantoran komersial, pusat belanja, dan apartemen sewa, yang terus tumbuh. Tahun ini properti makin berkembang pesat.
Pertumbuhan properti bukan hanya di Jakarta, tapi juga di daerah lain seiring dengan perkembangan sektor manufacturing dan logistik. Potensi pasar ini tidak lepas dari beberapa faktor, salah satunya adalah ekonomi Cina, yang tumbuh 10 persen tahun lalu, dikhawatirkan memicu gelembung ekonomi. Para investor akhirnya beralih ke ASEAN, termasuk Indonesia.

Wednesday, 4 December 2013

Rupiah Tembus Rp 12000

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada sore kemarin ditutup di level Rp 11.986 per dolar AS atau melemah 98 poin dari penutupan Selasa (3/12/2013) di level Rp 11.888 per dolar AS. Sedangkan posisi rupiah berdasar kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar AS (Jisdor) BI hari ini di level Rp 11.960 per dolar AS, terdepresiasi 130 poin dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 11.830 per dolar AS. Diproyeksikan nilai tukar rupiah sampai dengan akhir tahun ini akan menyentuh level Rp 11.500-Rp 12 ribu per dolar AS.Penyebabnya karena kebutuhan dolar untuk membayar utang dan repatriasi dividen ke luar negeri sangat besar, tapi suplai sedikit. Sehingga pasar tak likuid dan berimbas ke pasar valuta asing (valas).

Bank sentral takkan tinggal diam melihat kondisi nilai tukar rupiah yang sudah terpuruk sejak pertengahan tahun ini. Pelemahan kurs rupiah selama ini terjadi akibat rencana penarikan program stimulus The Federal Reserves dan defisit neraca transaksi berjalan. Tak ada hal yang perlu dicemaskan dengan pelemahan rupiah karena kenaikan awal pekan lalu terjadi karena adanya pengumuman surplus neraca perdagangan.

Tuesday, 3 December 2013

Rupiah 11.000-11.500 per US$ Sudah Pas

Pada perdagangan hari ini, rupiah kembali melemah setelah sempat menguat 1,6% akibat surplus neraca perdagangan Oktober sebesar US$ 42,4 juta. Kurs rupiah di pasar lokal pagi ini tercatat melemah 0,6% ke level 11.840 per dolar AS. Sementara rupiah di pasar luar negeri juga melemah 0,5% ke level 11.855, atau diperdagangkan 0,1% lebih rendah dari harga spot.

Jika pelemahan rupiah terus terjadi di tengah kondisi neraca transaksi pembayaran yang mulai menunjukkan surplus, hal itu akan berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Untuk itu, alangkah baiknya jika para eksportir melepas kepemilikan dolar AS selagi nilai tukar rupiah masih diatas angka yang passebelum adanya kemungkinan intervensi BI terhadap kurs rupiah.

BI masih optimistis laju nilai tukar rupiah masih akan membaik di akhir bulan kendati tren pelemahan rupiah terus terjadi. Terlebih lagi rasio defisit neraca transaksi berjalan (current account) terhadap PDB masih di bawah 4%. Neraca perdagangannya sudah menunjukkan hasil yang seperti diharapkan, sudah surplus. Artinya defisit current account di kuartal I kita 4,4% dari PDB, kuartal II 3,8% kuartal II antara 3,4%-3,5% PDB.

Monday, 2 December 2013

Berapa Target IHSG 2013?

Sentimen makro ekonomi Indonesia mempengaruhi pergerakan indeks saham pada semester kedua 2013. Apalagi ditambah isu pengurangan stimulus moneter oleh bank sentral Amerika Serikat (tapering) telah memukul indeks saham. Lalu, apakah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat terus menguat hingga akhir tahun 2013?.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) year to date, IHSG hanya naik 0,12% ke level 4.321 pada perdagangan saham Senin (2/12/2013). Padahal pada awal tahun 2013, pasar modal Indonesia begitu sumringah. Hal itu mengingat dana asing yang masuk ke pasar modal Indonesia cukup besar sejak 2012 hingga awal tahun 2013. Total pembelian saham oleh investor asing sekitar Rp 15,88 triliun pada 2012.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tembus level 5.214,98 pada 20 Mei 2013. Namun sayang penguatan indeks saham hanya sementara. Semester kedua 2013, indeks saham cenderung tertekan. Bahkan investor asing terus melakukan aksi jual. Isu bank sentral Amerika Serikat untuk mengurangi program stimulusnya (tapering) telah menekan bursa saham global termasuk Indonesia. Adapun aksi jual bersih asing mencapai Rp 15,29 triliun hingga Senin pekan ini.

Tahun ini ada beberapa resiko yang utama berasal dari fundamental makro ekonomi Indonesia yaitu depresiasi rupiah, neraca perdagangan dan inflasi. Oleh karena itu banyak yang merevisi target indeks saham karena kondisi itu.IMF juga menurukan permintaan global atas komoditas neraca perdagangan Indonesia yang diprediksi akan sulit keluar dari defisit yang telah dimulai pada kuartal keempat 2012 hingga 2013. Defisit transaksi berjalan dan pelemahan rupiah membuat indeks saham tertekan. Sentimen negatif banyak terjadi sehingga indeks saham tidak akan kemana-mana. Data inflasi November 2013 sekitar 0,12% dan neraca perdagangan surplus US$ 50 juta pada Oktober diharapkan dapat menjadi katalis positif untuk indeks saham hingga akhir tahun.

Dengan data-data membaik maka Bank Indonesia diharapkan tidak perlu menaikkan BI Rate. Meski kalau naik sedikit, jadi BI Rate di kisaran 7,5%-8% dengan inflasi di bawah 8% maka IHSG ada potensi ke 4.600. Diperkirakan, IHSG akan berada di kisaran 4.300."Target indeks saham 4.300 dengan window dressing yang minimal. Justru karena banyak sentimen negatif maka indeksnya tidak kemana-mana. Kenaikan indeks saham akan ditopang oleh sejumlah sektor saham yaitu sektor saham konstruksi, properti dan konsumer menjelang akhir tahun ini. Satrio memproyeksikan, IHSG berada di kisaran 4.400-4.800.

Wednesday, 27 November 2013

Antisipasi Jika Dolar tembus 12000

Nilai tukar rupiah atas dollar AS diperkirakan bakal menembus Rp 12.000 jika beban utang Pemerintah RI atas luar negeri yang jatuh tempo ternyata mencapai 21 miliar dollar AS.
Kalau memang benar-benar utang luar negeri yang jatuh tempo 21 miliar dollar AS, dollar bisa Rp 12.000. Kemungkinan tersebut, bisa diantisipasi dengan dua langkah, yaitu :
1.  Pemerintah bisa melakukan renegosiasi utang, sebagaimana yang pernah dilakukan pada krisis 1998. Ini yang pernah kita lakukan waktu krisis tahun 1998 dulu.
2.  Pemerintah bisa mengeksekusi inisiatif Chiang Mai, yang dapat menambah cadangan devisa negara. Jadi, kita itu dapat komitmen dari China 15 miliar dollar AS, dari Korea Selatan 10 miliar dollar AS. Kalau itu bisa direalisasikan, cadangan devisa kita naik 25 miliar dollar AS, dari 97 miliar dollar AS.

Rupiah Melemah - IHSG Fluktuatif

Pergerakan indeks saham berada di zona hijau pada pra pembukaan perdagangan saham Kamis (28/11/2013). IHSG menguat 12,71 poin atau 0,30% ke level 4.264,20.
IHSG pun melanjutkan penguatan dengan naik 18,23 poin atau 0,49% ke level 4.269. Penguatan IHSG itu seiring ada 71 saham menguat dan 11 saham melemah. Sementara itu, 58 saham tidak bergerak. Indeks saham LQ45 naik 0,65% ke level 709,25.
Total frekuensi perdagangan saham sekitar 2.176 kali dengan volume perdagangan saham 70,03 juta saham. Nilai transaksi perdagangan saham Rp 86,26 miliar.
Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 49,2 miliar dan aksi jual sekitar Rp 36,7 miliar. Sementara itu, investor domestik membeli saham sekitar Rp 133,2 miliar dan aksi jual sekitar Rp 147 miliar.

IHSG akan lebih cenderung bergerak melemah seiring pasar lebih memfaktorkan depresiasi nilai tukar rupiah yang masih belum mereda. Support indeks saham berada di level 4.200.
Nilai tukar rupiah pagi ini kembali dibuka terdepresiasi ke level Rp 11.946 terhadap dolar Amerika Serikat. Angka itu mengikuti kurs NDF yang telah mencapai Rp 12.050 terhadap dolar Amerika Serikat pagi ini. Mayoritas bursa saham Asia dibuka menguat pagi ini seiring optimisme membaiknya perekonomian Amerika Serikat setelah rilis data ekonomi yang lebih baik dari harapan.

Monday, 25 November 2013

Rupiah Weakens again to Rp 11,770 / USD

Was closed in Rp11.510 per USD yesterday , this morning the rupiah against the U.S. dollar ( U.S. ) in the non - delivery forward trading back down . Rupiah was at Rp11.700 per USD.Melansir Bloomberg , on Tuesday ( 26/11/2013 ) , the rupiah to trade NDFs this morning fell 260 points, or 2.26 percent, to Rp11.770 per USD . While yahoofinance , is in the range of Euro notes Rp11.745 per USD.Minat buy the risky assets in the global market last unsuccessful early this morning shortly after S & P cut , along with euro per USD which fell 0.3 percent . Other major currencies also weakened against the U.S. dollar in line with the trend back strengthening Dollar Index . U.S. existing home sales posted growth worse than market expectations . Although sentiment improved so as to bring the exchange rate rupiah NDF rose yesterday , but Jisdor rate of Bank Indonesia ( BI ) continues to weaken brought up to around Rp11.722 per USD . The weakening stock indexes and Asian currencies against the U.S. dollar will likely trade coloring today. On Tuesday night will be announced U.S. home price data as well as the U.S. Consumer Confidence Index .

Rupiah Melemah lagi Ke Level Rp 11.770 / USD

Sempat ditutup di Rp11.510 per USD kemarin, pagi ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan non-delivery forward kembali melemah. Rupiah kembali berada di level Rp11.700 per USD.Melansir Bloomberg, Selasa (26/11/2013), Rupiah pada perdagangan NDF pagi ini melemah 260 poin atau 2,26 persen menjadi Rp11.770 per USD. Sementara Yahoofinance, mencatat Rupiah ada di kisaran Rp11.745 per USD.Minat beli terhadap aset-aset berisiko di pasar global tidak berhasil bertahan lama setelah dini hari tadi S&P terpangkas, bersamaan dengan euro per USD yang jatuh 0,3 persen. Mata uang utama lainnya juga melemah terhadap dolar AS seiring dengan kembalinya tren penguatan Dollar Index. Pertumbuhan penjualan rumah AS diumumkan lebih buruk dibandingkan harapan pasar. Walaupun sentimen membaik sehingga membawa kurs Rupiah NDF menguat kemarin, namun kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) terus dibawa melemah sampai ke kisaran Rp11.722 per USD. Pelemahan indeks saham dan mata uang Asia terhadap dolar AS sepertinya akan mewarnai perdagangan hari ini. Pada Selasa malam akan diumumkan data harga rumah AS dan juga Indeks Tingkat Keyakinan Konsumen AS.

Friday, 22 November 2013

Nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp 11.700/US$

Nilai tukar rupiah yang sudah menembus Rp 11.700/US$ dianggap masih dalam posisi stabil. karena melihat pergerakan rupiah yang tidak terlalu jomplang.
Saat ini dengan kebijakan pemerintah dan seluruh lembaga terkait, pergerakan rupiah lebih halus dengan kemungkinan penurunan Rp 30 atau Rp 50 per dolar AS.
Bagi pasar yang paling penting kestabilan. Ini yang dilakukan BI juga menyangkut kebijakan moneter yang mampu mengerem mendadak .
Kebijakan tersebut,  juga mampu memperbaiki defisit fiskal yang sempat menyentuh 4,4% terhadap PDB atau sebesar US$ 9,9 miliar. Tahun lalu cuma 2,4% defisit fiskalnya, lalu tiba-tiba jungkir balik semua. Ini dilakukan secara gradual karena kita mau jaga current account.
Kebijakan moneter dikombinasikan dengan kebijakan di sektor riil , PPh impor dinaikkan, fasilitas ekspor dijalankan, juga kebijakan repatriasi profit. Step ini dilakukan terus.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot valas antar bank Jakarta, pada hari ini ditutup menguat 15 poin (0,12%) ke Rp 11.685-11.705 dari posisi kemarin Rp 11.700-11.715 per dolar AS.

Wednesday, 20 November 2013

Bursa saham asia melemah

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan saham Kamis (21/11/2013) dengan indeks saham acuan regional turun pada hari ketiga. Indeks saham Asia melemah didorong dari pertemuan terakhir bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve mengisyaratkan pengurangan stimulus moneter dapat dilakukan dalam beberapa bulan mendatang.
The Fed kelihatan mulai melihat biaya pelonggaran kuantatif. Pasar masih merasa sangat gugup tentang hal itu.Pejabat bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve mengindikasikan pengurangan stimulus dengan mengurangi pembelian aset obligasi pada pertemuan berikutnya. Pengurangan stimulus itu dapat dilakukan dengan catatan didukung pertumbuhan ekonomi yang kuat. Sementara itu, bank sentral Eropa sedang mempertimbangkan untuk mengurangi suku bunga.
Penutupan Wall Street .

Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan saham Rabu (Kamis WIB) setelah hasil pertemuan The Federal Reserve menyatakan, pengurangan stimulus kemungkinan diputuskan pada pertemuan The Fed berikutnya. Indeks Dow Jones melemah 66,21 poin atau 0,41% ke level 15.900,82. Indeks S&P melemah 6,5 poin atau 0,36% ke level 1.781,37. Indeks Nasdaq turun 10,28 poin atau 0,26% ke level 3.921,27.Sentimen hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat mempengaruhi perdagangan saham Amerika Serikat. Dari hasil polling yang dilakukan, ekonom mengharapkan bank sentral Amerika Serikat dapat mulai mengurangi stimulus US$ 85 miliar pada Maret.

Sunday, 17 November 2013

This morning opened firmer rupiah thin


The rupiah against the U.S. dollar ( USD ) opened higher this morning as positive Composite Stock Price Index ( CSPI ) in early trading . Of the rupiah against the U.S. based on data from Bloomberg this morning opened at Rp11.608/USD . This position is thin rose 15 points over last weekend's close of trading on Rp11.623/USD level .
The strong pace of U.S. dollars ( USD ) in the middle of a weakening of regional currencies weakening impact on the rupiah . Also be attributed to a deficit in the trade balance also contributes , rupiah reluctant to depart from the red zone . Dollars above the target Rp11.585 support . Range rupiah in the range of 11 555 refers Rp11.575 - BI middle rate . The historical rate of rupiah weakened again despite the positive sentiment of the statement testimonial candidates Fed governor Janet Yellen before market participants while maintaining the Fed's stimulus program .
The high balance of payments deficit III/2013 quarter worth $ 2 , 6 billion over the same period last year worth $ 2 , 5 billion dollars as losing confidence make to advance positive . Moreover , the weakening rupiah also affected by the weakening of regional currencies exchange rate and the rate of USD is still moving higher as lingering concerns FOMC meeting results .
At the end of last week , the rupiah against the U.S. according to Bloomberg data ends in Rp11.623/USD level . This position is 78 points lower than the previous day's close of trading on Rp11.545/USD level . While the position of the reference rates of exchange prevailing Jakarta Interbank Dollar Spot Rate ( Jisdor ) BI on the same day or at the level Rp11.561/USD depreciate 15 points compared to the previous day's closing level Rp11.546/USD .
Meanwhile , the index opened this morning managed to reverse the positive direction ( rebound ) as positive exchanges in Asia . Index opened up 41.82 points, or 0.96 percent, at 4377.27 . Value of the transaction amounted to Rp31 , 52 billion, with 16.57 million shares traded and net foreign transactions reached Rp 8 , 8 billion . As many as 47 stocks rose , 10 stocks fell and 26 stocks unchanged . This morning all sectors rose , led by the biggest gain various industry sectors which rose 1.82 percent , followed by basic industry which surged 1.50 percent .


Rupiah Pagi Ini dibuka Menguat tipis

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi hari ini dibuka menguat seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan. Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini dibuka pada level Rp11.608/USD. Posisi ini menguat tipis 15 poin dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.623/USD.

Kuatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) di tengah pelemahan sejumlah mata uang regional memberi dampak pelemahan pada rupiah. Masih terdapatnya defisit pada neraca perdagangan juga memberi andil, rupiah enggan beranjak dari zona merah. Rupiah di atas target support Rp11.585. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.575-11.555 mengacu kurs tengah BI. Laju rupiah secara historikal kembali mengalami pelemahan meski terdapat sentimen positif dari testimoni pernyataan calon Gubernur The Fed Janet Yellen dihadapan pelaku pasar yang tetap mempertahankan program stimulus The Fed.

Tingginya defisit neraca pembayaran kuartal III/2013 senilai USD2,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD2,5 miliar membuat rupiah seolah kehilangan keyakinan untuk melaju positif. Selain itu, pelemahan rupiah juga terimbas dari masih melemahnya nilai tukar mata uang regional dan laju USD yang masih bergerak menguat seiring masih adanya kekhawatiran hasil pertemuan FOMC.

Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir di level Rp11.623/USD. Posisi ini melemah 78 poin dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp11.545/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari yang sama di level Rp11.561/USD atau terdepresiasi 15 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.546/USD.

Sementara itu, IHSG pada pagi ini dibuka berhasil balik arah positif (rebound) seiring dengan positifnya bursa di kawasan Asia. IHSG dibuka naik 41,82 poin atau 0,96 persen ke level 4.377,27. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,52 miliar dengan 16,57 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,8 miliar. Tercatat sebanyak 47 saham naik, 10 saham melemah dan 26 saham stagnan. Pagi ini semua sektor menguat, dengan kenaikan terbesar dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,82 persen, diikuti sektor industri dasar yang melonjak 1,50 persen.

Sunday, 10 November 2013

NILAI TUKAR RUPIAH Rupiah Melemah ke Posisi Rp11.490/US$

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka melemah seiring kembali melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan. Posisi nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi ini di level Rp11.445/USD atau melemah 32 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.413/USD.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah terhadap dolar AS bahkan menuju level Rp11.500, Senin (11/11/2013). Berdasarkan data Bloomberg Dollar Index, rupiah melemah 0,67% ke Rp11.490 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB. Pelemahan rupiah pagi ini sejalan dengan pelemahan yang dialami sebagian besar mata uang Asia-Pasifik terhadap dolar AS.

Dari data yang telah diterima sementara tercatat, mata uang domestik pagi hari ini berada di level Rp11.410/USD. Posisi ini menguat 8 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level Rp11.418/USD.Posisi tersebut terapresiasi dibanding posisi Jumat (8/11/2013) yang berada di level Rp11.423/USD.

Kehabisan sentimen positif menyebabkan nilai tukar rupiah tampaknya tak cukup bergairah untuk bergerak di zona hijaunya. Rupiah di atas target support Rp11.415. Rentang rupiah Rp11.418-11.390 mengacu kurs tengah BI. Menilik lajunya pekan lalu, pasca rebound sehari jelang akhir pekan, rupiah kembali dihantam pelemahan. Padahal terdapat sentimen positif dari kenaikan kepemilikan obligasi oleh asing.

Akan tetapi, dengan dirilisnya kenaikan GDP dan penurunan klaim pengangguran Amerika Seikat (AS) membuat spekulasi nantinya The Fed akan mempertimbangkan untuk mempercepat tapering off stimulus The Fed, sehingga pelaku pasar merespon negatif dan berimbas pada anjloknya rupiah dan menutup sentimen positif tersebut.Adanya rilis data-data positif AS tersebut memperlihatkan seolah-olah shutdown yang sempat terjadi tidak banyak berpengaruh.

Adapun, posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari Jumat lalu berada di level Rp11.404/USD atau melemah 15 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.389/USD.


Thursday, 7 November 2013

Rupiah depreciated to Rp11.403/USD

The rupiah against the U.S. dollar ( USD ) opened this morning as negative depreciate Composite Stock Price Index ( CSPI ) in early trading on the weekends . The positive news strengthening Indonesia's foreign exchange reserves were not strong enough to confront fears of market participants trimming The Federal Reserve's stimulus program . This condition brings the rupiah and government bonds fell for two consecutive days . 
The rupiah dropped 0.6 % so far this week . In today's trading , the rupiah weakened 0.1 % to as low as 11,403 per dollar AS.Di foreign exchange rate in the market Non Delivered Forward to the next month also lost 0.8 % so far this week . On this day , the rupiah was little changed to a level of 11 378 per dollar in the market AS.Rupiah contract traded 0.2 % stronger than the domestic spot market . The average movement of dollars in October stood at 0.9 % .Strengthening of the rupiah hit USD after the release of economic data in the United States ( U.S.), most of which showed positive growth.On the other hand , the rate of the euro exchange rate re-strengthened after the release of the UK housing price index , growth in German factory orders and the services PMI improved in a number of European regions also provide a positive impact for the USD . Dollars above the target Rp11.436 support . Range Rp11.415 - 11 378 based on exchange rate of BI.Improving U.S. economy will lead the Fed tapering that will attract foreign funds out and hit rupiah.Stabilitation strengthening of the exchange rate of the rupiah will likely continue to trend higher until the end of the year .Meanwhile , government bonds 5.625 % which ended in May 2023 rose 12 basis points during the week to a level of 7.79% . From within the country , foreign exchange reference Jakarta Interbank Dollar Spot Rate ( JISDOR ) weakened again after the previous day had climbed to 11,389 per U.S. dollar . Rupiah middle exchange rate on the day of trading at the level of 11 404 per U.S. dollar .

Rupiah terdepresiasi ke Rp11.403/USD

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi ini dibuka terdepresiasi seiring negatifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal perdagangan akhir pekan. Kabar positif menguatnya cadangan devisa Indonesia tak cukup kuat menghadang kekhawatiran pelaku pasar terhadap pemangkasan program stimulus The Federal Reserves. Kondisi ini membawa nilai tukar rupiah dan obligasi pemerintah melemah selama dua hari berturut-turut.
Rupiah melemah 0,6% sepanjang pekan ini. Pada perdagangan hari ini, rupiah melemah 0,1% ke level 11.403 per dolar AS.Di luar negeri, kurs rupiah di pasar Non Delivered Forward untuk satu bulan ke depan juga melemah 0,8% sepanjang pekan ini. Pada hari ini, rupiah sedikit berubah ke level 11.378 per dolar AS.Rupiah di pasar kontrak diperdagangkan 0,2% lebih kuat dibandingkan pasar spot dalam negeri. Rata-rata pergerakan rupiah pada Oktober tercatat sebesar 0,9%.
Rupiah dihantam penguatan USD pasca dirilisnya data-data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebagian besar menunjukkan pertumbuhan positif.

Di sisi lain, laju nilai tukar euro yang kembali mengalami penguatan setelah rilis kenaikan indeks harga perumahan Inggris, pertumbuhan factory orders Jerman dan peningkatan services PMI di sejumlah wilayah Eropa turut memberikan imbas positif bagi USD. Rupiah di atas target support Rp11.436. Rentang Rp11.415-11.378  berdasarkan kurs tengah BI.Kekhawatiran membaiknya perekonomian AS akan memicu tapering The Fed yang bakal menarik dana asing keluar dan menekan nilai tukar rupiah.Stabilisasi penguatan nilai tukar rupiah kemungkinan akan berlangsung terus dengan kecenderungan menguat sampai akhir tahun.

Sementara itu, surat utang negara 5,625% yang berakhir Mei 2023 naik 12 basis poin sepanjang pekan ini ke level 7,79%.Dari dalam negeri, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) kembali melemah setelah sehari sebelumnya sempat menguat ke level 11.389 per dolar AS. Kurs tengah rupiah pada perdagangan hari ini berada di level 11.404 per dolar AS.

Wednesday, 6 November 2013

Back Stronger After Rupiah Slumped

Indonesia's foreign exchange reserves increased to be a positive catalyst for the exchange rate . After weakening during the last seven days , finally returning .Rupiah exchange traded between banks in Jakarta , Thursday, November 7, 2013 morning remained in position Rp11.416 AS.Kurs rupiah - dollar in the local market rose 0.1 % to a record level of 11 395 on trading at 9:52 pm .
Dollars in the market while non- delivered forward ( NDF ) for the next month also rose 0.3 % to a level of 11 349 per U.S. dollar . Dollars in the NDF market moves 0.4 % stronger than the spot market . Fluctuations in the exchange rate remained stable , after Indonesia's economic growth data is still in line with estimates .
 
On the other hand , the rupiah also received positive sentiment from an increase in demand for domestic bonds by banks .Exchange still has the potential to have strengthened against the U.S. dollar this week as rising foreign exchange reserves stabilized Indonesia.Cadangan to support the exchange rate rupiah.Sentiment of foreign exchange reserves , the rupiah movement also influenced by the government's decision to open foreign investment opportunities in sectors that have been banned .
As is known , the government has issued a new Investment Negative List which allows foreigners to invest in the business  ports , telecommunications , and the new farmasi.Kebijakan visible impact in the next three months . The lack of certainty regarding the reduction ( tapering - off ) financial stimulus the Federal Reserve ( the Fed ) is still shadowing the movement of currency global financial domestik. Sentiment there is no certainty that it can be negative for market sentiment money .
Expected in the fourth quarter of 2013, economic growth in Indonesia recorded better growth boosting domestic currency into positive territory .Predicted , the movement of the exchange rate on Thursday ( 7/11 ) to move in the range of Rp11.250 - Rp11.550 per U.S. dollar .
Meanwhile , at 09.30 WIB observed exchange rate has strengthened by 66 points to Rp11.350 per U.S. dollar .

Rupiah Kembali Menguat Setelah Lama Terpuruk

Bertambahnya cadangan devisa Indonesia menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah. Setelah melemah selama tujuh hari terakhir, rupiah akhirnya kembali menguat.Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Kamis 7 November 2013 pagi stagnan pada posisi Rp11.416 per dolar AS.Kurs rupiah di pasar lokal tercatat menguat 0,1% ke level 11.395 pada perdagangan pukul 9.52 WIB. 

Sementara rupiah di pasar non delivered forward (NDF) untuk satu bulan ke depan juga menguat 0,3% ke level 11.349 per dolar AS. Rupiah di pasar NDF bergerak lebih kuat 0,4% dibandingkan pasar spot. Fluktuasi nilai tukar rupiah cenderung stabil, setelah data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih sesuai dengan estimasi.
 
Di sisi lain, rupiah juga mendapat sentimen positif dari adanya peningkatan permintaan terhadap obligasi dalam negeri oleh bank asing.Nilai tukar rupiah masih berpotensi untuk mengalami penguatan terhadap dolar AS pada pekan ini seiring meningkatnya cadangan devisa Indonesia.Cadangan devisa yang mulai stabil menjadi pendukung nilai tukar rupiah.Selain sentimen cadangan devisa, gerak rupiah juga ikut dipengaruhi oleh keputusan pemerintah membuka kesempatan investasi asing di sektor-sektor yang selama ini dilarang.

Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan Daftar Negatif Investasi baru yang membolehkan asing berinvestasi di bisnis kebandarudaraanm pelabuhan, telekomunikasi, dan farmasi.Kebijakan ini baru terlihat dampaknya dalam tiga bulan ke depan. Belum adanya kepastian mengenai pengurangan (tapering-off) stimulus keuangan Bank Sentral AS (The Fed) masih membayangi pergerakan mata uang domestik.Pasar keuangan global sentimennya belum ada kepastian sehingga dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar uang.

Diharapkan pada kuartal IV 2013 mendatang pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan lebih baik sehingga mendorong mata uang domestik ke area positif.
Diprediksikan, pergerakan nilai tukar rupiah pada Kamis (7/11) bergerak di kisaran Rp11.250-Rp11.550 per dolar AS.

Sementara itu, pada pukul 09.30 WIB nilai tukar rupiah terpantau mengalami penguatan sebesar 66 poin menjadi Rp11.350 per dolar AS.

Monday, 4 November 2013

Harga Emas Naik Atau Turun

Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpuf
Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpuf
Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpuf
Emas diperdagangkan mendekati harga terendah selama dua pekan terakhir karena dolar menguat dan menahan permintaan untuk alternative investasi.
Emas turun 0,1 persen menjadi 1,315.01 dollar . Penurunan hari ini merupakan penurunan kelima secara berturut-turut sejak 1 Agustus . Perak juga mengalami penurunan 0,8 persen menjadi 21,71 dollar per ounce , terendah sejak 17 Oktober.
Emas mencapai 1.306 dollar per ons pada tanggal 1 November , harga terendah sejak 17 Oktober.
Emas mengalami penurunan tahunan pertama dalam 13 tahun terakhir karena beberapa investor kehilangan kepercayaan pada logam sebagai penyimpan nilai.
Pekan lalu, Federal Reserve mengeluarkan 85 miliar dolar untuk pembelian obligasi bulanan.
Saham pada produk yang diperdagangkan di bursa emas mengalami penurunan 6,5 metrik ton sampai 1,875.3 ton pada tanggal 1, terendah sejak April 2010. (Dn)
- See more at: http://emas-perak.com/harga-emas-mengalami-penurunan-selama-dua-minggu-terakhir-karena-dollar-as-menguat/#sthash.IDBu8IRI.dpufSetelah dihantam keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mempertahankan program stimulusnya, harga emas pekan lalu tercatat merosot tajam. Lalu bagaimana dengan pekan ini.
Setelah dihantam keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mempertahankan program stimulusnya, harga emas pekan lalu tercatat merosot tajam. Lalu bagaimana dengan pekan ini.Harga emas pekan lalu tercatat merosot selama tiga hari berturut-turut. Namun sepanjang Agustus, harga emas tercatat meningkat sebesar 6,3%.

Hasil survei mingguan Kitco News Gold Survey menunjukkan dari 19 responden, sebanyak 13 orang atau sekitar 68,4% memprediksi harga emas akan anjlok. Sisanya sebanyak masing-masing 3 orang (15,8%) menilai harga emas akan naik dan stabil.

Sebanyak 19 peserta yang terdiri dari pedagang emas, perwakilan bank-bank investasi, para investor dan analis pergerakan harga logam mulia itu terlibat dalam survei tersebut.
Sebelumnya, para peserta survei mengatakan harga emas akan naik pada pekan lalu. Faktanya pada penutupan perdagangan pada Jumat lalu, harga logam mulia tersebut anjlok hingga US$ 44. Menurut para responden, harga emas akan turun mengingat rendahnya inflasi khususnya di kawasan Eropa.

Harga emas masih bisa bergerak antara US$ 1.360- US$ 1.430 per ounce. Pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi data-data Amerika Serikat (AS) terkait isu tapering dan aksi militer ke Suriah.

Tekanan turun terhadap harga emas bisa didapat dari hasil data ekonomi AS yang membaik yang akan banyak dirilis pekan depan seperti data ISM PMI manufaktur dan non manufaktur, data neraca perdagangan dan data tenaga kerja yaitu data ADP non farm payroll, data klaim tunjangan pengangguran, data non farm payroll dan data tingkat pengangguran.

Ekononi Eropa sulit untuk bangkit dan deflasi merupakan fokus utama. Dengan begitu Uni Eropa akan menurunkan suku bunganya untuk mendorong negara-negara di kawasan tersebut. Dalam jangka pendek, aksi tersebut akan mempercepat aliran masuk dolar AS yang pastinya berdampak negatif pada emas.

Pekan lalu lebih dari 50% partisipan memprediksi harga emas akan menguat. Faktanya harga emas naik sekitar US$ 7 sepanjang minggu lalu.Sementara itu, prediksi penurunan harga emas pekan ini dipicu kekhawatiran adanya serangan militer ke Suriah . Harga emas akan turun pekan ini melihat besarnya kemungkinan serangan ke Suriah.Sementara prediksi kenaikan harga emas dipicu sejumlah faktor potensial atas konflik Suriah.Tren dari grafik mingguan menunjukkan kemungkinan harga emas untuk kontrak pengiriman Desember masih berada di level US$ 1.422,3 per ounce.

Namun penurunan harga emas diprediksi tidak akan berlangsung lama.Emas masih menjadi investasi yang memberikan nilai lindung lebih besar dibandingkan aset lainnya. Sebaliknya, para partisipan yang yakin harga emas naik mengukurnya dari kesalahan prediksi pasar pada keputusan The Fed. Selain itu fokus pada investor pun beralih pada jadwal penentuan penarikan dana stimulus The Fed.

Pergerakan harga emas pada pertemuan dan pernyataan The Fed hanya berputar di satu sisi, fokus pada penentuan tapering ke depannya. Mendengar keputusan The Fed tersebut sudah tidak membuat pasar khawati lagi. Pasar emas sebaiknya lebih fokus pada keputusan The Fed untuk menunda keputusannya hingga tahun depan. Dengan kondisi AS saat ini, The Fed tak akan memulainya hingga Maret tahun depan setelah benar-benar lolos dari krisis nasional.



Thursday, 31 October 2013

Cause Gold Price Down

Gold prices declined significantly in 2013 's . In fact , the decline in gold prices by 13 percent on April 11 and is the second-biggest decline since 1980.Faktor the most affecting is the value of global inflation continues to decline from the previous . This led to investors who hold gold to protect its assets by contributing to sell gold because the prices continue to fall . According to a survey in 30 countries in the world representing almost 90 percent of the world economy , explains , global inflation has peaked at 4 percent in 2011 .
Every year , the inflation rate continued to fall and in February 2013 was only about 2.5 percent . That is, the global economic recovery has indicated that it makes anomalous for gold prices . In the current world economy improves, the price of gold down . Conversely , if the world economy worsens , gold prices tend to be shot .
Prediction that the world economic recovery , inflation in the second half of 2013 will be only about 2 percent . This is because the decline in inflation has begun to have resolved the supply of goods . The prices of goods, especially commodities are usually contributed to the high inflation was relatively cheaper than before so that did not hoist inflation .

Penyebab Harga Emas Anjlok

Harga emas mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2013 ini. Bahkan, penurunan harga emas sebesar 13 persen pada 11 April lalu merupakan penurunan terbesar kedua sejak tahun 1980.Faktor yang paling memengaruhi adalah nilai inflasi global yang terus menurun dari sebelumnya. Hal ini menyebabkan investor yang memegang emas melindungi asetnya dengan ikut menjual emasnya karena harga yang terus turun. Menurut survei di 30 negara di dunia yang mewakili hampir 90 persen dari perekonomian dunia, menjelaskan, inflasi global sebesar 4 persen telah memuncak pada 2011 lalu.

Setiap tahun, nilai inflasi terus turun dan pada Februari 2013 ini hanya sekitar 2,5 persen. Artinya, perekonomian global sudah mengindikasikan pemulihan sehingga hal tersebut membuat anomali bagi harga emas. Di saat perekonomian dunia membaik, maka harga emas turun. Sebaliknya, bila perekonomian dunia memburuk, harga emas cenderung melesat.

Prediksi bahwa dengan mulai pulihnya perekonomian dunia, maka inflasi di paruh kedua tahun 2013 ini akan hanya sekitar 2 persen. Penurunan inflasi ini karena sudah mulai terselesaikannya masalah pasokan barang. Harga-harga barang khususnya komoditas yang biasanya mengontribusikan inflasi tinggi sudah relatif lebih murah dibanding sebelumnya sehingga tidak mengerek inflasi.

Tuesday, 29 October 2013

Gold Investment Strategy

To earn a living . For those who want to earn short-term profits , you can make alternative investments such as this :

    
For those who do not have money : Since gold can be used as hedging , aka technique protect money from inflation , the most common strategy is to save up the gold price reached or LM type of precious metal , then buy . For example, the price of gold today is 500 thousand / gram , and you have to buy at least five grams , then the funds needed is Rp2 , 5 million . After having these funds , you can buy it directly into PT Aneka Tambang Tbk . or Antam . You also can buy in stores that have a gold certificate from PT Antam . You can also go to PT Pawn to buy gold in installments , in accordance with the time period provided in the agreement . For example , three or six-month installments , with the first down payment down payment alias .

    
For those who have money just barely : After having an emergency fund of three , six , 12 or 24 times the expenditure , which is adaptable to many family members - outside the insurance protection , then gold investment strategy is to buy when prices are low and sell when prices are high . But you also can buy when there is money , securely store , and sell when needed . With this strategy , the more gold you have, the chances of getting the difference in the form of profits will be even greater .
For Development . In contrast to the above strategy , the following strategy is intended for future investment .

    
Got money to trade : Once you 've separated / could meet all daily needs , new strategies can be used to invest in gold total . Assuming the price of gold tends to rise , besides you can buy gold , you have to have cash to ' educate ' your gold at pawn shops . Difference arising by way of purchase - mortgage - purchase will provide a tidy profit , rather than just buy when there is money , safely store , and sell when needed . However, please note that investing in gold remains at risk . Because, there are some times where the price of gold down .

    
Had excess money : You can also use the strategy of buy low , sell high and buy high , low mortgage . This strategy requires analysis and calculation . In essence , all you do is look at the timing , yatu when the price drops then we pawn and buy gold again . Meanwhile, if prices continue to rise , you can use the money to trade strategies . With this strategy , you will double benefit , in addition to the presence of risk factors for nombok .
In addition , you also have to calculate the difference between the cost of renting a safe deposit box at the bank or SDB , or courier service in PT Pawnshops , for storage of gold with a return of our investment ( ROI / Return Of Investment ) for a certain period .