Jelang akhir tahun, kurs rupiah masih belum mampu menguat. Rupiah
yang sudah jatuh ke level 12 ribu per dolar Amerika Serikat (AS) makin
jatuh lebih dalam.
Data kurs valas Bloomberg, Senin (23/12/2013) mencatat, rupiah pagi ini dibuka melemah ke level 11.235 atau turun 21 poin dari penutupan akhir pekan lalu di posisi 12.214 per dolar AS. Kurs rupiah yang bergerak fluktuatif bahkan sempat ambruk ke level terendahnya di posisi 12.259 per dolar AS pada pukul 10.21 WIB.
Rupiah sebetulnya sempat bergerak menguat pada sesi awal perdagangan setelah menyentuh 12.199 per dolar AS. Namun tekanan pasca penarikan stimulus The Federal Reserves membuat rupiah tak menahan pelemahannya.
Sentimen dari akan dimulainya tapering pada Januari 2014 masih mendominasi pelemahan sejumlah mata uang termasuk rupiah.
Laju nilai tukar dolar AS terus melanjutkan penguatannya seiring pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi mata uang negeri Paman Sam tersebut. Apalagi kebutuhan dolar AS jelang akhir tahun juga meningkat.
Adanya spekulasi larangan ekspor barang mentah ditanggapi negatif karena akan berpengaruh pada masih akan melemahnya neraca transaksi berjalan Indonesia.
Sementara itu data RTI menunjukan kurs rupiah bergerak staganan di level 12.200 per dolar AS hingga perdagangan pukul 10.30 WIB.
Pada penutupan akhir pekan lalu, kurs tengah rupiah juga terus bergerak melemah. Rupiah dari data bank sentral di tanah air itu tinggal sedikit lagi menembus level 12.250 atau tepatnya berada di level 12.245 per dolar AS.
Data kurs valas Bloomberg, Senin (23/12/2013) mencatat, rupiah pagi ini dibuka melemah ke level 11.235 atau turun 21 poin dari penutupan akhir pekan lalu di posisi 12.214 per dolar AS. Kurs rupiah yang bergerak fluktuatif bahkan sempat ambruk ke level terendahnya di posisi 12.259 per dolar AS pada pukul 10.21 WIB.
Rupiah sebetulnya sempat bergerak menguat pada sesi awal perdagangan setelah menyentuh 12.199 per dolar AS. Namun tekanan pasca penarikan stimulus The Federal Reserves membuat rupiah tak menahan pelemahannya.
Sentimen dari akan dimulainya tapering pada Januari 2014 masih mendominasi pelemahan sejumlah mata uang termasuk rupiah.
Laju nilai tukar dolar AS terus melanjutkan penguatannya seiring pelaku pasar yang masih banyak mengakumulasi mata uang negeri Paman Sam tersebut. Apalagi kebutuhan dolar AS jelang akhir tahun juga meningkat.
Adanya spekulasi larangan ekspor barang mentah ditanggapi negatif karena akan berpengaruh pada masih akan melemahnya neraca transaksi berjalan Indonesia.
Sementara itu data RTI menunjukan kurs rupiah bergerak staganan di level 12.200 per dolar AS hingga perdagangan pukul 10.30 WIB.
Pada penutupan akhir pekan lalu, kurs tengah rupiah juga terus bergerak melemah. Rupiah dari data bank sentral di tanah air itu tinggal sedikit lagi menembus level 12.250 atau tepatnya berada di level 12.245 per dolar AS.
No comments:
Post a Comment