Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pagi hari ini
dibuka menguat seiring positifnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
pada awal perdagangan. Nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg pagi
ini dibuka pada level Rp11.608/USD. Posisi ini menguat tipis 15 poin
dibanding penutupan perdagangan akhir pekan lalu di level Rp11.623/USD.
Kuatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) di tengah pelemahan sejumlah mata uang regional memberi dampak pelemahan pada rupiah. Masih terdapatnya defisit pada neraca perdagangan juga memberi andil, rupiah enggan beranjak dari zona merah. Rupiah di atas target support Rp11.585. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.575-11.555 mengacu kurs tengah BI. Laju rupiah secara historikal kembali mengalami pelemahan meski terdapat sentimen positif dari testimoni pernyataan calon Gubernur The Fed Janet Yellen dihadapan pelaku pasar yang tetap mempertahankan program stimulus The Fed.
Tingginya defisit neraca pembayaran kuartal III/2013 senilai USD2,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD2,5 miliar membuat rupiah seolah kehilangan keyakinan untuk melaju positif. Selain itu, pelemahan rupiah juga terimbas dari masih melemahnya nilai tukar mata uang regional dan laju USD yang masih bergerak menguat seiring masih adanya kekhawatiran hasil pertemuan FOMC.
Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir di level Rp11.623/USD. Posisi ini melemah 78 poin dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp11.545/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari yang sama di level Rp11.561/USD atau terdepresiasi 15 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.546/USD.
Sementara itu, IHSG pada pagi ini dibuka berhasil balik arah positif (rebound) seiring dengan positifnya bursa di kawasan Asia. IHSG dibuka naik 41,82 poin atau 0,96 persen ke level 4.377,27. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,52 miliar dengan 16,57 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,8 miliar. Tercatat sebanyak 47 saham naik, 10 saham melemah dan 26 saham stagnan. Pagi ini semua sektor menguat, dengan kenaikan terbesar dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,82 persen, diikuti sektor industri dasar yang melonjak 1,50 persen.
Kuatnya laju dolar Amerika Serikat (USD) di tengah pelemahan sejumlah mata uang regional memberi dampak pelemahan pada rupiah. Masih terdapatnya defisit pada neraca perdagangan juga memberi andil, rupiah enggan beranjak dari zona merah. Rupiah di atas target support Rp11.585. Rentang rupiah berada pada kisaran Rp11.575-11.555 mengacu kurs tengah BI. Laju rupiah secara historikal kembali mengalami pelemahan meski terdapat sentimen positif dari testimoni pernyataan calon Gubernur The Fed Janet Yellen dihadapan pelaku pasar yang tetap mempertahankan program stimulus The Fed.
Tingginya defisit neraca pembayaran kuartal III/2013 senilai USD2,6 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai USD2,5 miliar membuat rupiah seolah kehilangan keyakinan untuk melaju positif. Selain itu, pelemahan rupiah juga terimbas dari masih melemahnya nilai tukar mata uang regional dan laju USD yang masih bergerak menguat seiring masih adanya kekhawatiran hasil pertemuan FOMC.
Pada akhir pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap USD berdasarkan data Bloomberg berakhir di level Rp11.623/USD. Posisi ini melemah 78 poin dibanding penutupan perdagangan hari sebelumnya di level Rp11.545/USD. Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada hari yang sama di level Rp11.561/USD atau terdepresiasi 15 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp11.546/USD.
Sementara itu, IHSG pada pagi ini dibuka berhasil balik arah positif (rebound) seiring dengan positifnya bursa di kawasan Asia. IHSG dibuka naik 41,82 poin atau 0,96 persen ke level 4.377,27. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp31,52 miliar dengan 16,57 juta lembar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp8,8 miliar. Tercatat sebanyak 47 saham naik, 10 saham melemah dan 26 saham stagnan. Pagi ini semua sektor menguat, dengan kenaikan terbesar dipimpin sektor aneka industri yang naik 1,82 persen, diikuti sektor industri dasar yang melonjak 1,50 persen.
No comments:
Post a Comment